Plt Wali Kota Blitar Santoso memberikan tanggapan atas pandangan fraksi-fraksi DPRD Kota Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Plt Wali Kota Blitar Santoso memberikan tanggapan atas pandangan fraksi-fraksi DPRD Kota Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan penyampaian pandangan umum fraksi DPRD terhadap Rancangan peraturan daerah (Perda) Tentang APBD Kota Blitar 2020 dan Tanggapan walikota terhadap pandangan umum fraksi DPRD, Senin (28/10/2019).

Rapat paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Kota Blitar, dr Shahrul Alim.Hadir dalam acara ini Sekda Kota Blitar Rudi Wijonarko, anggota DPRD Kota Blitar, Unsur Forkopimda, beserta para Kepala OPD, camat dan lurah se Kota Blitar.

Setelah dibuka ketua DPRD, sidang dilanjutkan dengan mendengarkan pandangan umum fraksi dari masing-masing juru bicara fraksi partai politik yang sudah ditetapkan oleh pimpinan sidang setelah diusulkan masing-masing fraksi. Ada empat fraksi di DPRD Kota Blitar yakni Fraksi Persatuan Pembangunan, Fraksi Indonesia Bersatu, Fraksi Kebangkitan Bangsa dan Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Beberapa pandangan fraksi yang cukup menonjol diantaranya pembangunan pasar legi, progress pembangunan SMPN 3, penyelesaian permasalahan-permasalahan kesehatan, pendidikan. 

“Karena memang untuk pasar itu sejatinya proyek lama, maksudnya pasar legi itu terbakar kan sudah lama, oleh sebab itu harus segera terselesaikan. Lalu untuk pertokoan jalan mastrip itu kan sudah ada keputusan pengadilan, sehingga bagaimanapun konsekuensinya pemerintah daerah harus segera menyelesaikan permasalahan tersebut,” ungkap dr Shahrul Alim.

Menanggapi pandangan fraksi tersebut, Plt Wali Kota Blitar, Santoso, mengucapkan terimakasih kepada seluruh fraksi DPRD Kota Blitar atas saran dan masukan untuk RAPBD 2020. Menanggapi pandangan fraksi-fraksi itu, Plt walikota memberikan 14 tanggapan di rapat paripurna hari ini, diantaranya penuntasan proyek-proyek fisik yang belum selesai.

“Pengerjaan P-APBD 2019 relatif singkat, jadi harus dipercepat. Kemudian agar kerja kerja kami maksimal, pemkot akan mengoptimalkan Tim penganggaran yang mengevaluasi seluruh agenda-agenda yang dilaksanakan, agar tidak sampai terjadi pelanggaran,” paparnya.(*)