Tersangka Sutrisno alias Tonton beserta barang bukti mobil hasil penipuan dan penggelapan saat diamankan polisi (Foto : Polsek Sumberpucung for MalangTIMES)
Tersangka Sutrisno alias Tonton beserta barang bukti mobil hasil penipuan dan penggelapan saat diamankan polisi (Foto : Polsek Sumberpucung for MalangTIMES)

Satu dari dua orang pelaku yang diduga terlibat kasus penipuan dan penggelapan berhasil diringkus petugas gabungan Unit Reskrim Polsek Sumberpucung dan Satreskrim Polres Malang, Jumat (25/10/2019). Tersangkanya bernama Sutrisno alias Tonton warga Dusun Krajan, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare.

”Terungkapnya kasus ini bermula dari laporan yang kami terima, terkait kasus penipuan dan penggelapan satu unit mobil rental. Setelah mengumpulkan cukup bukti, tersangka akhirnya kami amankan saat yang bersangkutan berada di kediamannya,” kata Kanit Reskrim Polsek Sumberpucung, Ipda Zaenal Arifin, Sabtu (26/10/2019).

Dari laporan yang diterima kepolisian, kasus penipuan mobil rental yang digelapkan oleh tersangka Tonton ini, ternyata digadaikan oleh yang bersangkutan kepada salah seorang warga Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Sedangkan yang melaporkan kasus penipuan dan penggelapan mobil rental Toyota Avanza N-1182-FE itu adalah Eko Supriyono warga Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung.

Dalam laporan yang dilayangkan ke Polsek Sumberpucung pada tanggal 17 Oktober itu, pria 39 tahun tersebut mengaku kalau dirinya menjadi sasaran penipuan dan penggelapan yang terjadi pada Sabtu (12/10/2019).

Ketika itu, tersangka diketahui meminta tolong kepada korban untuk mencarikan mobil rental yang bisa disewa. Mendapat mandat tersebut, Eko akhirnya mencarikan mobil untuk tersangka.

Belakangan diketahui, mobil rental tersebut merupakan milik Hari Sutrisno, warga Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung. ”Saat meminjam mobil rental, tersangka mengaku jika hanya menyewanya dalam sehari. Alasannya mobil tersebut hendak digunakan untuk menjemput seseorang ke Bandara Juanda,” terang Zaenal.

Setelah mendapat informasi jika tersangka hendak meminjam mobil rental, Hari lantas mengantarkannya kepada tersangka. Setelah itu, keduanya akhirnya bergegas untuk mengantarkan korban pulang ke rumahnya.

Belum tiba di tempat tujuan, Tonton malah menurunkan korban di pinggir jalan yang ada di wilayah Gardu Pandang, Bendungan Karangkates. ”Saat itu tersangka mengaku jika hendak mengantarkan seseorang ke rumah sakit, dan meminta kepada pemilik mobil agar menunggu ditempat saksi diturunkan,” sambung Zaenal.

Meski sudah lama menanti, tersangka ternyata tak kunjung kembali seperti yang sudah dia janjikan. Hingga akhirnya, Hari memilih untuk pulang ke rumah sendirian.

Tidak berhenti di situ saja, mobil yang dipinjam tersangka ternyata juga tidak kunjung dikembalikan. Padahal sesuai perjanjian, mobil yang disewa tersebut hanya dipinjam dalam kurun waktu sehari.

Khawatir jika mobilnya tidak kembali, Hari akhirnya menanyakan keberadaan kendaraannya kepada Eko selaku perantara. Namun saat itu pria yang nyaris berusia kepala 4 tersebut, mengaku jika tidak tahu menahu soal keberadaan mobil korban. Hingga akhirnya, Eko memilih untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sumberpucung.

Mendapat laporan, jajaran kepolisian Unit Reskrim Polsek Sumberpucung dan Satreskrim Polres Malang diterjunkan ke lapangan guna melakukan penyelidikan. ”Dari keterangan beberapa saksi dan hasil pendalaman petugas, kami mendapat informasi jika mobil yang disewa tersangka ternyata sudah digadaikan,” ungkap Zaenal.

Pihaknya menambahkan, mobil rental milik korban digadaikan kepada seseorang yang tinggal di wilayah Kota Batu. Mobil itu digadaikan tersangka dengan nominal mencapai Rp 20 juta.

Merasa sudah cukup bukti, petugas akhirnya dikerahkan untuk menyita mobil dan STNK milik korban. Tidak lama setelah itu, polisi juga mengamankan tersangka saat yang bersangkutan sedang bersembunyi di tempat tinggalnya yang berlokasi di Kecamatan Kalipare.

”Tersangka beserta barang bukti hasil penipuan dan penggelapan sudah kami amankan, kasusnya masih dalam tahap pengembangan. Sebab masih ada satu orang pelaku yang diduga terlibat kasus yang baru saja kami ungkap ini,” pungkas Zaenal.