Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah saat memberikan sambutan. (eko Arif s /JatimTimes)

Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah saat memberikan sambutan. (eko Arif s /JatimTimes)



KEDIRITIMES - Memperingati HUT Palang Merah Indonesia (PMI) ke-74, PMI Kota Kediri menggelar Seminar Screening Antibody Pada Pendonor Darah dan Pasien Untuk Peningkatkan Keamanan Darah, di Kilisuci Ballroom Grand Surya Hotel, Sabtu (26/10/19)

Seminar ini dibuka langsung oleh Ketua PMI Kota Kediri Lilik Mubibbah, menghadirkan narasumber dr.Ria Safitri, M.Biomed, dr.Betty Agustina Tambunan, SpPK serta perwakilan dari PT. Enseval Medika Prima.

Lilik Muhibbah yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Kediri ini mengucapkan Hari Jadi PMI ke-74 tahun. Memasuki usia yang baru ini, Lilik Muhibbah mengajak merefleksi kembali mengingat tujuan mulia dibentuknya PMI, dimana salah satunya memberikan pertolongan terhadap sesama.

"Semoga semangat itu masih tetap hidup di hati kita dan semoga di masa depan semakin banyak lagi yang terlibat. Sehingga semakin banyak orang yang merasakan manfaat dan kehadiran kita. Serta semakin banyak saudara kita yang mendapatkan pertolongan," ujarnya.

Wanita yang kerap disapa Ning Lik ini juga terus mengapresiasi kinerja pengurus PMI yang dengan penuh semangat, tulus dan ikhlas melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan. Serta memberikan sumbangsihnya bagi kelangsungan hidup dalam pelayanan darah yang mudah didapat ataupun dijangkau untuk masyarakat Kota Kediri.

"Semoga dengan peringatan HUT PMI ini rasa kebersamaan, kekompakan dan kekeluargaan senantiasa terjalin antara relawan,  pengurus PMI dan Pemerintah Kota Kediri," kata dia.

Lebih lanjut, Ning Lik menjelaskan bahwa seminar ini penting untuk dilakukan sebagai antisipasi terhadap risiko dan dampak yang mungkin timbul setelah melakukan donor darah. Dimana transfusi darah adalah salah satu tindakan medis yang kerap dikerjakan di rumah sakit. Seperti tindakan medis lainnya yang tidak lepas dari risiko, tindakan transfusi juga dihadapkan pada beberapa risiko yang dapat terjadi seperti kejadiaan infeksi menular lewat transfusi darah.

"Seperti kita ketahui selain kontak fisik, penyebaran dan penularan penyakit lebih cepat melalui cairan dan darah. Untuk itu, tindakan pemeriksaan dirasa penting untuk meningkatkan keamanaan bagi pendonor dan penerima darah. Apalagi di sini nanti akan dijelaskan oleh para ahli yang memang kompeten di bidangnya," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Kediri dr.Ira Widyastuti mengatakan seminar ini baru pertama kali dilaksanakan dalam memperingati HUT PMI ke-74.

"Selain itu seminar ini juga sebagai wujud persaudaraan antara PMI Kota Kediri dengan beberapa rumah sakit di Kota Kediri dan sekitarnya. Demi terwujudnya pelayanan darah yang aman dan berkualitas bagi yang membutuhkan, maka dari itu menerapkan teknologi transfusi darah yang terus berkembang. Sejak April 2019 telah dilakukan screening antibody dan konfirmasi golongan darah secara otomatis pada pendonor darah" ujarnya.

Hadir dalam kegiatan ini Pengurus dan Himpunan Dokter Umum Indonesia, Unit Donor Darah PMI Jejaring, Perwakilan Perkumpulan Teknisi Pelayanan Darah Indonesia, Direktur Rumah Sakit di Kota Kediri, Tulungagung, dan Nganjuk serta Pengurus PMI Kota Kediri.


End of content

No more pages to load