Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif.  (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang telah memastikan semua siswa-siswi yang bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Malang tidak mengidap difteri. Hal tersebut mengacu pada hasil pemeriksaan SWAB yang telah dilakukan kepada siswa-siswi ini dan menyatakan bahwa mereka terindikasi carrier.

Meski begitu, sebanyak 228 siswa yang telah dinyatakan positif carrier masih harus tetap melakukan pemeriksaan ulang serta meminum obat profilaksis guna pencegahan penularan dan mengarah ke penyakit difteri.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, dari pemeriksaan SWAB yang sudah dilakukan, siswa yang positif carrier harus menjalani pengobatan paling tidak selama tujuh hari.

"Untuk lepas dari kuman itu, yang memang telah dipastikan positif carrier kami berikan pengobatan selama tujuh hari. Setelah itu dipastikan kembali apakah kuman sudah benar-benar menghilang dengan pemeriksaan SWAB ulang," ujarnya saat ditemui usai melakukan tinjauan ke MIN 1 Malang, Jumat (25/10).

Meski begitu, ada banyak hal yang harus diperhatikan oleh para orang tua agar kondisi anak tidak terkena kuman atau carrier. Salah satunya dengan aktif memeriksa status imunisasi dasar anak.

"Kita dan orang tua harus tahu status imunisasi anaknya. Kemudian memastikan ketika di sekolah sang anak mengikuti bulan imunisasi anak sekolah (BIAS)," ucap Husnul.

Selain itu, asupan makanan yang masuk dalam tubuh anak harus diperhatikan. Sebab, pemenuhan asupan gizi seimbang akan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh anak.

"Kekebalan tubuh anak juga harus diimbangi dengan asupan gizi yang cukup. Kondisi kebersihan lingkungan juga harus dijaga sehingga anak tidak akan mudah tertular kuman dan penyakit," ujar Husnul.

Kabar menyeruaknya kasus difteri di MIN 1 Malang ini memang tengah menjadi perbincangan publik. Bahkan, kejadian ini juga menimpa SMAN 7 Malang. Namun, pihak Dinkes telah memastikan  kedua sekolah tersebut hanya mengidap carier dan telah ditangani pengobatannya dengan cepat.


End of content

No more pages to load