Ilustrasi panas
Ilustrasi panas

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi suhu Surabaya saat ini memasuki puncak kemarau. Hal tersebut dipengaruhi gerak semu matahari berada pada garis luras. Terutama posisi di wilayah Jawa Timur.

Menurut Kepala Prakirawan BMKG Perak-Surabaya Ari Wijayanto, kondisi tersebut memengaruhi suhu udara di kota Pahlawan.  Ia menyatakan suhu pada Jumat (25/10) hari ini mencapai kisaran 36 derajat celcius.’’Masih akan cukup panas,’’ katanya saat dikonfirmasi media.

Terlebih, dampak tersebut juga terjadi akibat kemarau panjang yang terjadi selama lima bulan terakhir. Namun kondisi ini kurun berakhir ketika memasuki November.

Pada bulan tersebut, Surabaya sudah masuk musim penghujan. ’’Diprediksi seperti itu. Sudah mulai musim hujan,’’ ucap Ari.

Antisipasi untuk memanfaatkan air selama kemarau juga disampaikan  Ari. Termasuk imbauan kepada warga Surabaya yang kerap beraktivitas di luar rumah. 

Hal tersebut juga disampaikan Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana. ‘’Sedia air minum untuk dikonsumsi agar terhindar dari dehidrasi. Itu memang sepele, namun jangan dilupakan. Kalau dehidrasi, tentu akan menghambat aktiivitas,’’ ujarnya.

Whisnu juga meminta agar pengendara mobil untuk memarkirkan kendaraan di tempat teduh. ’’Jika tidak memungkinkan, sebaiknya sebelum menyalakan kendaraan, pintu dibuka lebar dulu. Supaya udara panas bisa keluar, karena kondisi kendaraan panas tidak baik untuk kesehatan,’’ ungkap pejabat yang kembali maju dalam Pilwali Surabaya 2020 mendatang ini.