Korban penipuan melapor ke Polres Pasuruan
Korban penipuan melapor ke Polres Pasuruan

Merasa ditipu, Agus Toni, seorang pengusaha asal Waru, Sidoarjo, melaporkan rekan bisnisnya, Darmik, warga Gang Sono, Kecamatan Prigen ke Polres Pasuruan. Darmik yang menjanjikan kerjasama usaha bisnis karaoke pada Oktober 2018 lalu, hingga kini belum juga beroperasi tanpa alasan jelas.

Menurut Agus, tindakan penipuan itu berawal saat keduanya bersepakat mendirikan usaha resto dan karaoke di kawasan wisata Tretes. Untuk menjamin kelanggengan usaha bersama, keduanya bersepakat

melakukan ikatan perjanjian kerjasama dihadapan Notaris Denny Lery Sinilungga, Pandaan.

Pada tahap awal, ia menyuplai perangkat audio ditempat usaha yang telah mengantongi perizinan dari Pemkab Pasuruan. Selain itu, ia juga menyetorkan uang tunai Rp 76,5 juta kepada Darmik sebagai tambahan modal usaha.

Sayangnya, segala persiapan yang matang tidak juga kunjung ada kejelasan. Usaha resto dan karaoke yang telah dirintisnya tidak juga beroperasi.

“Janji untuk segera membuka usaha bersama tidak juga terealisasi. Hingga akhirnya, saya memutuskan untuk menarik kembali perangkat audio,” kata Agus Toni seusai melapor ke Polres Pasuruan.

Berbagai upaya telah dilakukan, agar Darmik mengembalikan modal uang tunai yang disetorkan nya. Bahkan kesepakatan kesanggupan pengembalian uang pada akhirnya juga diingkari.

sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima, menyatakan akan menindaklanjuti laporan dugaan penipuan dan penggelapan tersebut. Pihaknya akan meminta keterangan dari sejumlah saksi dan memanggil terlapor.