Sidang praperadilan di PN Bangil
Sidang praperadilan di PN Bangil

 Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan tak menghadiri gugatan praperadilan tersangka dugaan korupsi tanah kas desa (TKD) Bulusari Kecamatan Gempol. Ketidakhadiran sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Bangil ini membuat tim penasehat hukum tersangka kecewa.

Chosim, kuasa hukum Yudono, tersangka korupsi TKD, menyatakan kekecewaannya atas tertundanya sidang praperadilan tersebut. Absennya para penyidik ini dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap lembaga peradilan.

“Mereka tidak hadir di persidangan hanya dengan pemberitahuan lesan. Mereka tidak menghormati lembaga peradilan,” kata Chosim.

Pada persidangan yang dipimpin hakim Sugeng Harsoyo disebutkan bahwa ketidak hadiran penyidik karena saat ini sedang ada kegiatan inspeksi di Kejari Kabupaten Pasuruan. Atas pemberitahuan kegiatan tersebut, pihaknya menunda pelaksanaan persidangan hingga pekan depan.

Menurut Chosim, penyidik Kejari Pasuruan seharusnya tetap bisa menghadiri persidangan praperadilan. Sebagai instansi pemerintahan, mereka sudah memiliki jadwal persidangan dan kegiatan internalnya.

Gugatan praperadilan ini didasarkan atas penetapan tersangka yang dianggap terburu-buru. Selain itu, obyek perkara yakni TKD Bulusari sedang dalam persengketaan perdata di PN Bangil.

“Status tanah TKD Bulusari masih dalam sengketa. Sehingga kepemilikannya belum memiliki keabsahan apalagi dianggap merugikan keuangan negara Rp 3 miliar,” kata Chosim.