Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran saat diwawancarai. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran saat diwawancarai. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)



Sejumlah penyakit mulai menyerang warga pada musim panas atau kemarau panjang tahun 2019 di Jombang. Penyakit yang mulai menyerang ini meliputi diare hingga infeksi saluran pernapasan.

Rata-rata tren penyakit yang muncul akibat dampak kemarau panjang tersebut dialami oleh balita dan anak-anak.

Seperti yang dialami oleh Fahri, balita berumur 10 bulan. Putra dari Zuliyatul (38) ini, sudah 23 hari dirawat di RSUD Jombang karena mengalami sesak nafas, dehidrasi dan diare. "Ini awalnya sakit sesak dan dehidrasi. Kemarin balik lagi ke RSUD, ternyata sakit diare. Ini sudah 23 hari," ujarnya saat ditemui di ruang perawatan Seruni, RSUD Jombang, Kamis (24/10) pagi.

Data yang dihimpun wartawan di RSUD Jombang, sejumlah penyakit yang menyerang warga karena dampak musim panas ini antara lain,saluran pernapasan, diare, dehidrasi dan demam tifoid (tipes).

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran menyebutkan, tren penyakit saluran pernapasan, diare hingga demam tifoid mulai meningkat. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi cuaca suhu udara yang tinggi disertai angin kencang.

"Seperti diketahui, kita saat ini mengalami musim panas yang panjang, suhu udara tinggi dan disertai angin kencang. Sehingga beberapa penyakit yang saat ini trennya mulai meningkat adalah infeksi saluran pernapasan, diare, dehidrasi dan juga penyakit tifoid yang saat ini sudah banyak menyerang masyarakat di Jombang," terangnya.

Diungkapkan Pudji, sudah ada puluhan pasien penderita saluran pernapasan, diare hingga demam tifoid di rumah sakit plat merah itu. Beberapa diantaranya dialami oleh pasien di usia balita dan anak-anak.

"Sejak musim kemarau ini, kunjungan pasien dengan penyakit tersebut rata-rata sama dari setiap bulannya. Seperti di ruangan Seruni (ruang khusus anak, red), dalam sebulan rata-rata 20-25 pasien anak," terangnya.

Masih menurut Pudji, penanganan pasien dengan penyakit akibat cuaca panas ini, belum sampai ke kondisi parah. Semua pasien berhasil ditangani dengan selamat. "Alhamdulillah penyakit-penyakit tersebut berhasil kita tangani semua," pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load