Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Infanteri Yuli Eko Purwanto memimpin rakor penanganan tanggap darurat karhutla.
Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Infanteri Yuli Eko Purwanto memimpin rakor penanganan tanggap darurat karhutla.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akhirnya menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ijen, Gunung Ranti, dan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup. Status tanggap darurat ini resmi berlaku menyusul surat keputusan bupati Banyuwangi  tentang penetapan status tanggap darurat penanganan bencana karhutla di Banyuwangi.

Keputusan bupati Banyuwangi tentang tanggap darurat penanganan karhutla ini dikeluarkan Selasa (22/10/19). Dalam surat tersebut, Bupati Banyuwangi Azwar Anas menunjuk komandan Kodim 0825 Banyuwangi  sebagai komandan tanggap darurat karhutla Banyuwangi. Tanggap darurat berlaku selama tujuh hari, mulai 22 -28 Oktober 2019.

“Kami ditunjuk sebagai komandan tanggap darurat. Saya tindak lanjuti. Kesempatan pertama saya kumpulkan semua stake holder yang terkait dalam rangka penanggulangan bencana. Sehingga pemadaman kebakaran ini bisa terkoordinasi dengan baik,” kata Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Infanteri Yuli Eko Purwanto, Kamis (24/10/19).

Dandim memimpin rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang pertemuan Kodim 0825 Banyuwangi, Kamis pagi. Hadir dalam rapat tersebut, BPBD Banyuwangi, Perhutani, Pudam, BKSDA, Polres Banyuwangi, BMKG.

Setelah melakukan rapat koordinasi, menurut dandim, satgas tanggap darurat akan melakukan pengecekan kondisi terakhir kebakaran di sekitar Gunung Ijen, Gunung Ranti dan kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup.

“Kami maksimalkan sarana dan prasarana yang ada dan tentunya akan terkoordinasi dengan baik sehingga langkah yang dilakukan secara maksimal. Kita harapkan hasilnya pun baik dan cepat untuk penaggulangan bencana karhutla ini,” ucapnya.