kapolres dan Forkopimda saat melihat kesiapan pasukan Operasi Zebra (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
kapolres dan Forkopimda saat melihat kesiapan pasukan Operasi Zebra (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Selama 2 minggu kedepan, Polres Tulungagung akan melakukan Lalu Lintas serentak. Operasi yang diberi nama Operasi Zebra itu membidik pengendara motor yang kedapatan melanggar lalu lintas.

Ada 8 sasaran yang dibidik oleh Polisi dalam operasi ini. Mengendarai motor tanpa menggunakan helm, berkendara tanpa SIM, berboncengan lebih dari 3, menggunakan HP saat berkendara, berkendara melawan arus, pengendara di bawah umur, safety belt dan berkendara di bawah kendali alkohol.

Saat disinggung banyaknya anak usia sekolah yang mengendarai motor, Kapolres menganggap hal itu merupakan hal yang salah. “Orang tua itu salah kaprah, orang tua saking sayangnya pada anak belum saatnya mengendarai motor dibelikan sepeda motor,” ujar Kapolres.

Orang tua seharusnya kata Kapolres lebih peduli dengan anak. Jangan sampai gara-gara mengendarai motor dan terjadi kecelakaan, bisa berakibat buruk terhadap masa depan anak. “Pada saat terjadi kecelakaan ada yang meninggal dunia, cacat tetap sehingga masa depan mereka hancur, sehingga ini menjadi tanggung jawab orang tua,” ujar Kapolres.

Pelaksanaan operasi zebra ini digelar mulai hari ini tanggal 23 Oktober hingga tanggal 5 November mendatang. Tujuan dari operasi ini untuk menekan angka kecelakaan di jalan. Porsi tindakan atau pemberian tilang lebih banyak dibandingkan dengan teguran. “Lebih ke tindakan, tetapi juga kita imbangi dengan teguran,” paparnya.

Wilayah selatan Tulungagung dan tengah kota menjadi tempat yang mendapat perhatian khusus. Untuk wilayah yang menjadi black spot (rawan kecelakaan), pihaknya akansering melakukan razia di tempat tersebut.

Jalanan yang menjadi black spot seperti jalan raya Ngantru, Simpang tiga Ngantru ke timur, dan sepanjang jalan Panglima Sudirman. “Memang Kamseltib lantas ini merupakan tanggung jawab Satlantas Polres Tulungagung, tapi kita juga mengharapkan kerja sama dari berbagai golongan masyarakat,” imbaunya.

Selain itu budaya tak disiplin masyarakat juga menjadi pemicu tingginya angka kecelakaan. Dirinya mengimbau agar masyarakat mematuhi lalu lintas. 

Untuk jumlah personel yang dilibatkan sekitar 65 personel gabungan. Disinggung tentang penggunaan knalpot brong, kapolres pastikan akan langsung menilangnya. Motor yang menggunakan knalpot brong akan langsung disita. Pemillik bisa mengambilnya dengan membawa knalpot yang standar dan diganti di lokasi sebelum dibawa pulang. “Kalau ada knalpot brong wajib ditahan kendaraanya, saat diambil wajib mebawa knalpot standar,” pungkasnya.