Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (baju cokelat berpeci) saat memerika kesiapan pasukan Operasi Zebra di halaman Mapolres Tulungagung bersama Forkopimda (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (baju cokelat berpeci) saat memerika kesiapan pasukan Operasi Zebra di halaman Mapolres Tulungagung bersama Forkopimda (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menyerahkan sepenuhnya dugaan korupsi di tubuh PDAM pada Kejaksaan Negeri Tulungagung.

Bahkan, dirinya mengapresiasi langkah yang diambil Kejari dalam usahanya mengungkap kasus ini.

“Kalau sudah ditangani yang benar monggo, yang terbaik,” ujar Maryoto Rabu (23/10/19).

Proses hukum yang saat ini  berjalan di Kejari dikatakan tidak mengganggu kinerja di PDAM.

Saat ini Kejari telah mulai tahap penyidikan untuk dugaan korupsi dana operasional PDAM. 

Selain itu Kejari juga sedang melakukan penyelidikan untuk dugaan korupsi dana hibah PDAM yang bersumber dari APBN jika nilainya ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Saat disinggung masalah itu, Maryoto memastikan tahun ini tidak ada hibah untuk PDAM. 

Dana hibah untuk PDAM diberikan tidak setiap tahun. Terakhir dana hibah diberikan pada tahun 2018.

“Tahun 2018 dan 2019 awal itu ada (dana hibah),” terang Maryoto.

Dana hibah untuk PDAM sekitar Rp 1,3 Miliar rupiah.

Saat disinggung tentang kondisi keuangan PDAM, Maryoto unagkapkan jika kondisi keuangan PDAm baik-baik saja. 

Hal itu terbukti dengan sumbangan profit dari PDAM pada Pemkab Tulungagung.

“Kan sudah memberikan kontribusi pada APBD,” terangnya.

Sebelumnya, Kejaksaan negeri Tulungagung tak main-main dalam mengungkap dugaan korupsi di tubuh PDAM Tulungagung. 

Selain dugaan korupsi dana operasional yang kini tengah memasuki penyidikan, Kejari Tulungagung juga tengah melakukan penyelidikan dugaan penyelewengan dana hibah untuk PDAM yang bersumber dari APBN.

“Ini untuk (dugaan korupsi-red) dana penyertaan modal yang berasal dari hibah APBN,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Tulungaung melalui Kasintel Kejari, Rahmat Hidayat pada awak media.

Namun, Rahmat enggan membeberkan lebih lanjut tentang dugaan korupsi dana hibah ini.

Untuk nilainya, sekadar gambaran mencapai miliaran rupiah.

Senin (21/10/19) lalu pihaknya juga memeriksa mantan Direktur PDAM Haryono bersama mantan Kasi Gudang PDAM Endang Lestari.

Sudah puluhan orang diperiksa dalam dugaan korupsi ini. 

Termasuk Pj Direktur PDAM Windu Bijantara yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Umum PDAM.

“Konfirmasi iya, tapi memastikan kegiatan dia dulu apa saja yang dilakukan sebagai pimpinan saat itu,” terang Rahmat.