Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Rahmat Hidayat (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Rahmat Hidayat (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Kejaksaan negeri Tulungagung tak main-main dalam mengungkap dugaan korupsi di tubuh PDAM Tulungagung. 

Selain dugaan korupsi dana operasional yang kini tengah memasuki penyidikan, Kejari Tulungagung juga tengah melakukan penyelidikan dugaan penyelewengan dana hibah untuk PDAM yang bersumber dari APBN.

“Ini untuk (dugaan korupsi-red) dana penyertaan modal yang berasal dari hibah APBN,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Tulungaung melalui Kasintel Kejari, Rahmat Hidayat pada awak media.

Namun Rahmat enggan membeberkan lebih lanjut tentang dugaan korupsi dana hibah ini.

Untuk nilainya, sekadar gambaran dirinya mengungkapkan mencapai milyaran rupiah.

Senin (21/10/19) lalu pihaknya juga memeriksa mantan Direktur PDAM, Haryono bersama mantan Kasi Gudang PDAM, Endang Lestari.

Sudah puluhan orang diperiksa dalam dugaan korupsi ini. Termasuk Pj Direktur PDAM, Windu Bijantara yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Umum PDAM.

“Konfirmasi iya, tapi memastikan kegiatan dia dulu apa saja yang dilakukan sebagai pimpinan saat itu,” terang Rahmat.

Awak media berusaha mengkonfirmasi pada Haryono terkait pemeriksaan itu. 

Namun saat ditanyakan, pria berkumis itu tidak tahu agenda dirinya diminta ke Kejari. 

Dirinya menerima surat panggilan dari Kejari sekitar hari Sabtu (19/10/19) lalu.

“Saya enggak tahu,” ujarnya singkat.

Pj Direktur PDAM, Windu Bijantara juga sudah diperiksa. Windu diperiksa oleh Kejari sekitar 2 minggu lalu. 

Sayang dirinya enggan membeberkan materi pemeriksaan dirinya.

“Iya benar diperiksa, lebih jelasnya tanya langsung ke kejaksaan,” ucapnya sambil lalu.