Wabup Marhaeinis  menyematkan pin dan menyerahkan sertifikat pelatihan Abang Wira sebagai simbol pengukuhan wirausahawan muda.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Wabup Marhaeinis menyematkan pin dan menyerahkan sertifikat pelatihan Abang Wira sebagai simbol pengukuhan wirausahawan muda.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Sebanyak 53 wirausahawan muda Audisi Pengembangan Wirausaha (Abangwira) Kabupaten Blitar dikukuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, Rabu (23/10/2019).

Dalam kegiatan Inagurasi/ Pengukuhan Bisnis ini dihadiri oleh Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo, Plt Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Blitar, Tuti Komaryati beserta jajarannya dan juga sejumlah pegiat wirausaha Kabupaten Blitar.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dari Pemkab Blitar dalam mencetak bibit-bibit wirausahawan muda di Kabupaten Blitar. Hal itu diwujudkan dengan menjaring sebanyak 248 bibit pengusaha muda dari sejumlah kecamatan dan pelosok desa melalui program Audisi Pengembangan Wirausaha (Abangwira) yang digelar sejak 2-3 Oktober 2019 lalu.

Dalam kesempatan Inagurasi ini, Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo berkesempatan menyematkan pin dan menyerahkan sertifikat pelatihan Abang Wira sebagai simbol pengukuhan wirausahawan muda Kabupaten Blitar.

"Ini adalah agenda yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, tentunya Pemerintah Daerah mengucapkan banyak terimakasih kepada Plt Kepala Dinas Koperasi yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, yakni dalam rangka membangun Kabupaten Blitar lewat kewirausahaan yang diikuti oleh anak-anak muda, ibu rumah tangga dan juga disabilitas," ungkap Marhaenis ditemui BLITARTIMES usai Pengukuhan.

Menurut Wabup, kegiatan ini sangat luar biasa yakni dalam rangka mengembangkan usaha mereka di wilayahnya masing-masing. Dia menambahkan, kegiatan ini secara tidak langsung jelas sangat membantu program dari Bupati untuk menyelesaikan visi misinya yakni mengembangkan wirausaha yang ada di Kabupaten Blitar.

"Harapannya kegiatan ini jangan hanya berhenti disini saja, karena kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dan antusiasmenya sangat luar biasa dari 248 peserta yang dilakukan seleksi dari bulan September kemarin sekarang ada 53 wirausahawan yang siap mengembangkan usahanya untuk membangun Kabupaten Blitar.Hal ini membuktikan bahwa minat dari para usahawan ini sangat luar biasa, makanya tahun depan akan kita anggarkan lagi agar diselenggarakan oleh Dinas Koperasi," sambungnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Tuti Komaryati, mengatakan program Abangwira ditujukan kepada anak-anak muda yang memiliki keinginan dan sudah memiliki usaha kecil-kecilan tapi belum tersentuh pelatihan yang diberikan oleh pemerintah. Lewat program ini, para anak muda yang mendaftar diseleksi secara ketat untuk kemudian diberikan pelatihan.

"Kegiatan Abang Wira atau Audisi Pengembangan Wirausaha ini merupakan kegiatan yang diperuntukkan bagi generasi muda. Artinya, generasi muda ini juga harus mendapatkan sentuhan pembinaan, tidak hanya yang sudah punya usaha tapi juga mereka yang ingin berwirausaha," ucap Tuti.

Oleh karena itu, pembinaan dimulai dari bulan September hingga 31 Desember 2019 mendatang. Dia berharap 53 wirausahawan muda tidak hanya sekedar berkegiatan yang ada outputnya saja, akan tetapi outcomenya dan manfaatnya mereka ketika menjadi wirausahawan akan bisa dirasakan langsung oleh para pelaku wirausaha di Kabupaten Blitar.

"Saat ini yang tercatat dalam dinas koperasi yang tercatat saja, belum yang baru tumbuh baru itu sudah ada 90.000 lebih. Dan ini perlu pembinaan terus menerus termasuk di dalamnya nanti akan kita bentuk sebuah koperasi usaha, sehingga usahanya nanti dari sisi pembiayaan bisa diambilkan dari koperasi mereka sendiri. Jadi semuanya akan saling terkait antara UMKM  dan koperasinya," tukasnya.

Dikatakan Tuti, pihaknya akan terus mendampingi 53 wirausahawan ini untuk mengembangkan usahanya, bagaimana marketingnya, bagaimana administrasinya, bagaimana brandingnya, dan sebagainya.Dari pembinaan ini nantinya Pemerintah Daerah berharap para usahawan muda ini bisa sukses sesuai dengan harapan.

Dalam hal ini pemerintah daerah tidak tinggal diam, akan tetapi juga tidak diberikan begitu saja agar mereka bisa bertanggung jawab atas dana yang dialokasikan dari pemerintah. Oleh karena itu, dia berharap nantinya akan dibentuk wadah koperasi supaya mereka menyadari bahwa dengan kebersamaan mereka akan lebih cepat berhasil dibanding sendirian.

"Jadi kan sudah diklasifikasikan tadi ada yang kerajinan, makanan dan jasa. Untuk permodalan dari pemerintah tidak ada. Makanya kita berharap itu nanti akan ada wadah koperasi sehingga mereka menggali dananya dari dan oleh mereka sendiri. Kita mengusahakan mereka bisa menjadi wirausahawan yang mandiri dan tidak bergantung terus kepada pemerintah, akan tetapi kita tetap pemerintah menyediakan regulasi misalnya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan dengan bunga yang sangat ringan," tandas Tuti.(kmf)