Suasana Pelantikan 148 Kepala Desa yang digelar di Gedung Balai Serba Guna (foto : Moh. Ali Makrus / JatimTIMES)
Suasana Pelantikan 148 Kepala Desa yang digelar di Gedung Balai Serba Guna (foto : Moh. Ali Makrus / JatimTIMES)

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR dengan didampingi Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief, Rabu (23/10/2019) melantik 148 kepala desa terpilih tahap pertama dari 161 kepala desa yang terpilih melalui Pilkades secara serentak pada September lalu, sedangkan 13 kades lainnya bakal dilantik pada Desember mendatang.

Kepada kepala desa yang baru, Bupati Jember berharap agar kepala desa benar-benar mengabdikan dirinya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat hingga berakhirnya jabatan sebagai kepala desa pada 2025 mendatang.

“Saya berharap kepala desa yang baru dilantik ini tidak terlalu ber euforia, langsung kerjakan tugasnya dan melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh, apalagi tantangan kades kedepan tidak hanya sekedar mengandalkan ADD dan DD, tapi juga dituntut untuk bisa berinovasi,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Bupati menyatakan, bahwa pembangunan desa saat ini masih menjadi prioritas dalam era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, sehingga perlu kiranya sinergitas yang baik antar lembaga terutama pemerintahan desa dengan pemkab. Sejumlah kebijakan hingga kini masih terus diperbaiki, terutama meliputi pengelolaan keuangan desa, struktur organisasi pemerintahan desa dan ketentuan lain yang akan terus disempurnakan.

Menurut bupati, saat ini dibutuhkan sejumlah proses penyempurnaan. Mulai dari pengkajian dan pertimbangan lainnya, yang akan dituangkan dalam peraturan daerah dan peraturan bupati.

“Menjadi kewajiban pemerintah kabupaten untuk terus membimbing, memfasilitasi dan membina kepala desa dan perangkatnya untuk peningkatan kualitas dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan desa, selain itu, saya juga menekankan agar kepala desa baik yang baru dilantik ataupun yang saat ini masih menjalankan tugasnya untuk mentaati tata aturan yang berlaku untuk menghindari hal-hal yang berdampak hukum,” pungkasnya. (*)