Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Supranoto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Supranoto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Menyeruaknya kabar adanya kasus Difteri yang menyerang sejumlah siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Malang menjadi perbincangan publik. 

Bahkan, dari kejadian itu pihak sekolah mengambil kebijakan untuk meliburkan siswa-siswinya mulai besok (Rabu, 23/10) hingga Minggu (27/10) mendatang.

Dari informasi yang diperoleh MalangTIMES, kegiatan meliburkan siswa-siswi tersebut lantaran dikhawatirkan ada penyebaran virus yang meluas.

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang telah bertindak cepat melakukan upaya pengobatan dari kejadian tersebut. 

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinkes Kota Malang Supranoto, sore ini (Selasa, 22/10) saat dihubungi melalui pesan whatsapp.

"Dinkes sudah bekerja cepat dengan melakukan SWAB ulang dan pemberian obat propilaksis, agar tidak ada penyebaran lebih lanjut," ujar dia.

Bahkan dari hasil pemeriksaan laboratorium, siswa-siswi MIN 1 Malang dinyatakan terindikasi carier, bukan mengidap penyakit Difteri. 

Ia menjelaskan, Dinkes Kota Malang melakukan upaya penanganan dengan memberikan obat profilaksis guna mengantisipasi penyebar luasan virus dari carier tersebut.

"Murid bukan terkena Difteri, akan tetapi hasil laborat menunjulkan sebagai carier. Oleh karenanya perlu diberikan obat profilaksis, agar tidak ada penyebaran dan anak tersebut tidak menjadi sakit," imbuhnya.

Lebih lanjut, proses penanganan siswa-siswi tersebut juga sudah dikoordinasikan dengan pihak selolah. 

Meski begitu, keputusan meliburkan sekolah MIN 1 Malang, pihak Dinkes Kota Malang tidak ikut ambil dalih, melainkan hanya sebatas masalah pengobatannya saja.

"Sudah di sekolah dan Dinkes sudah memberikan pengertian, bahkan ke pihak ke orang tua siswa juha. Temasuk kebijakan sekolah akan penanggulangan kesehatan kita rundingan juga," tandasnya.

Sementara itu, dari informasi yang didapat telah ditemukan 212 siswa yang terindikasi carier dari total 1107 siswa MIN 1 Malang yang telah melakukan uji laboratorium SWAB. 

Jumlah tersebut masih belum diketahui akan bertambah atau tidak karena ada 217 siswa yang masih menunggu hasil SWAB juga.


End of content

No more pages to load