Uji Sertifikasi tukang digelar Kotaku untuk meningkatkan kualitas program kerja.
Uji Sertifikasi tukang digelar Kotaku untuk meningkatkan kualitas program kerja.

Sebanyak 54 tenaga konstruksi (tukang bangunan) dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur mengikuti uji sertifikasi, Selasa (22/10/2019).

Kegiatan yang diselenggarakan di Kelurahan Sentul, Kota Blitar, itu  merupakan program dari Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Pada sertifikasi tersebut, para pekerja konstruksi diuji kemampuan sesuai dengan bidangnya.

Elok Elita Rahmawati selaku sub-TA pelatihan OSP 4 Jawa Timur menyampaikan, pembinaan ini sebagai bentuk peningkatan kapasitas tukang yang masuk dalam pembangunan program KotaKu. Total peserta yang terlibat adalah perwakilan dari Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar dan Kota Blitar.

“Uji sertifikasi ini agar program Kotaku yang bersumber dari anggaran pemerintah dikerjakan oleh tenaga konstruksi yang memiliki kompetensi di bidangnya,” ungkap Elok kepada BLITARTIMES.

Dikatakannya, dengan sertifikasi, maka tenaga konstruksi akan memiliki nilai tawar yang lebih tinggi. Dalam uji sertifikasi ini, para tenaga konstruksi yang merupakan tukang umum mengikuti beberapa ujian. Salah satunya materi uji pengecoran drainase dan merangkai besi.

“Nilai tawar tentu lebih tinggi karena tukang akan memiliki barchode resmi dari pemerintah dalam hal ini Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). LPJK memberikan pernyataan bahwa mereka merupakan tenaga yang kompeten. Seperti sopir, kalau punya SIM, kan lebih legal dibanding yang tidak punya SIM. Tukang yang punya ‘SIM’ berarti tukang yang profesional dan layak melakukan pembangunan,” paparnya.

Sementara itu, Dedith Agung Dwi  selaku askot Mandiri Kota Blitar mengatakan, dalam  program  sertifikasi ini, para tenaga konstruksi mempraktikkan secara langsung aktivitas pertukangan. Mereka akan dinilai oleh asesor apakah layak atau tidak dengan bidangnya di konstruksi.

"Semua yang mengikuti sertifikasi tukang semua. Kami berharap dengan sertifikasi ini dapat berkelanjutan untuk tukang-tukang lain yang belum tersertifikasi. Adanya sertifikasi, mereka dapat meningkatkan pendapatan," tukasnya.

KotaKu adalah program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Secara umum, tujuan pelaksanaan program Kotaku 2019 ini adalah menangani sisa wilayah yang masih masuk kategori kumuh: 14.837 hektare. Areal yang masih harus ditangani itu sekitar 38 persen dari total kumuh nasional seluas 38.431 hektare. Total pencapaian penanganan kumuh periode 2015-2018 adalah sebanyak 23.594 hektare.

Arah Kebijakan program Kotaku untuk tahun anggaran 2019 ini adalah melaksanakan pembangunan infrastruktur permukiman skala kawasan yang mengubah wajah kawasan. Beberapa program di antaranya sanitasi, pembangunan drainase, yang keduanya dominan diterapkan di Kota Blitar.