Kepala Puskesmas Mulyorejo, drg. Indra Ratna Sari (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Kepala Puskesmas Mulyorejo, drg. Indra Ratna Sari (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Dampak dari kejadian kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, di Kecamatan Sukun Kota Malang telah merembet ke wilayah Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Pasalnya, arah angin yang membawa kepulan asap tebal dari terbakarnya 10 hektar lahan di TPA Supit Urang tersebut membawa dampak bagi warga Kabupaten Malang.

Dari Catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, ada 6 warga yang mengalami sesak nafas. Satu lagi ada yang dirujuk, melainkan bukan karena dampak dari asap tetapi mengalami penyakit Hipertensi yang mengharuskan mendapat penanganan lebih lanjut.

Kepala Puskesmas Mulyorejo, drg. Indra Ratna Sari mengatakan keenam warga di Kecamatan Wagir yang telah terdampak asap TPA Supit Urang telah dilakukan penanganan tercepat. Yakni dengan menyediakan bantuan oksigen (O2) di masing-masing lokasi yang terkena dampak itu.

"Yang berdampak langsung dari asap TPA Supit Urang sejauh ini adalah sesak napas saja, di wilayah Wagir. Semuanya sudah teratasi dengan pemberian terapi O2," ujarnya di temui di TPA Supit Urang, Senin (21/10).

Upaya yang terus dilakukan dalam mengantisipasi dampak asap tersebut, pihak Puskesmas juga telah mengupayakan sinergitas lintas sektor. Kemudian selalu standby di lokasi area dengan menyediakan pelayanan kesehatan.

Bahkan upaya lainnya dengan melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas di wilayah Kecamatan Wagir. Sehingga pelayanan kesehatan lebih lanjut ketika ada warga yang terkena dampak tersebut bisa dengan cepat tertangani. "Karena dampak lain seperti dehidrasi itu juga bisa terjadi, kami menyediakan pelayanan kesehatan. Kemudian pembagian masker, di Puskesmas juga tersedia. Dan sinergi dengan Puskesmas Kecamatan Wagir untuk layanan kesehatan lebih lanjut," pungkasnya.


End of content

No more pages to load