Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan semangat kepada pelajar yang menjadi salah satu pengungsi di posko balai desa Puntenz (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan semangat kepada pelajar yang menjadi salah satu pengungsi di posko balai desa Puntenz (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta anak-anak diliburkan selama satu Minggu proses belajar mengajarnya. Hal itu diutarakan Khofifah dalam kunjungannya menjenguk para pengungsi warga Desa Sumber Brantas di posko Kota Batu. “Mudah-mudahan 1 minggu ini saja, anak-anak diliburkan, atau belajar di luar kelas,” kata Khofifah di Balai Desa Punten, Senin (21/10/2019). 

Ia menambahkan, setelah satu minggu meminta semacam tempat sekolah darurat atau sejenisnya kepada Pemkot Batu. Agar anak-anak tidak terlalu lama diliburkan. “Kami akan cocokkan dengan Pemkot Batu, bagaimana identifikasi, terhadap rumah-rumah yang terdampak dari angin kencang disertai debu kali ini,” imbuhnya.

Namun ada tiga hal yang diminta Khofifah agar segera dibenahi. Yakni untuk masalah sarana pendidikan, kesehatan, dan layanan ibadah. “Tempat ibadah menurut bu wali sudah baik, layanan kesehatan puskesmas dalam operasional, layanan pendidikan masih ada SMP yang tingkat keparahan membutuhkan rekonstruksi segera, mohon kepada beliau segera dibenahi,” ucap mantan Menteri Sosial ini.

Ya sekolah yang terimbas di sana ada 2 yakni SDN Tulungrejo 03, dan SMPN 5 Kota Batu. Sejak hari ini sebagian dari mereka yang mengungsi di Balai Desa Punten dan Balai Desa Sidomulyo belajar bersama di SDN Punten 01 dan SDN Sidomulyo 01.