Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso bersama Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama saat melihat salah satu pengungsi yang sedang sakit di posko BPBD Kota Batu, Senin (21/10/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso bersama Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama saat melihat salah satu pengungsi yang sedang sakit di posko BPBD Kota Batu, Senin (21/10/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)



Angin kencang  disertai debu yang melanda Desa Sumber Brantas, Kacamatan Bumiaji, Kota Batu, bukan hanya membuat ribuan warga mengungsi. Namun,  ada tujuh warga yang dirawat inap di sejumlah rumah sakit di Kota Batu.

Mereka tersebar di Rumah Sakit Karsa Husada, Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata, Rumah Sakit Punten, dan Puskesmas Bumiaji.

“Yang dirawat sekarang ini karena ada yang terkena pecahan kaca di bagian arteri sehingga butuh perawatan intens,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batu drg Kartika Trisulandari. Ada pula yang terjangkit sesak napas atau infeksi saluran pernapasan  atas (ISPA), sakit mata, dan sebagainya. 

Hingga saat ini, sudah ada 255 pengungsi yang melakukan pemeriksaan di setiap posko. “Mereka yang diperiksa  ada 255 orang di masing-masing posko karena di sana ada petugas medis,” imbuh kadinkes  saat di posko BPBD Kota Batu.

Mereka yang diperiksa itu rata-rata mengeluh sesak napas. Kemudian matanya merah karena terimbas debu yang cukup pekat.

“Banyak yang minta tetes mata, obat batuk, dan sesak napas. Dan hingga saat ini, kebutuhan  obat-obatab masih mencukupi,” tambah perempuan yang juga dokter gigi ini.

Sedangkan ibu hamil, lansia, dan anak-anak diberi pertahian khusus dengan memberikan tempat yang lebih nyaman di rumah dinas wali kota Batu. “Yang jelas kami akan memberikan kenyamanan untuk mereka,” ucap Kartika.


End of content

No more pages to load