Ilustrasi kampus (dok MalangTimes)
Ilustrasi kampus (dok MalangTimes)

Wacana memiliki perguruan tinggi (PT) di wilayah Kabupaten Malang, sempat mencuat bertahun lalu. Dimana, saat itu PT lebih banyak membangun kampusnya di wilayah Kota Malang.

Seiring waktu, lahan di perkotaan pun semakin menyempit, padat dan sesak. Tak ada lagi ruang untuk pengembangan kampus, baik swasta maupun negeri. 

Pucuk dicinta ulam pun tiba, begitulah kata pepatah. Pengembangan atau pun ekspansi kampus pun mulai merambah wilayah Kabupaten Malang. Asa terbit bagi masyarakat dan tentunya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, yang sejak dulu 'ngidam' berbagai kampus berdiri di wilayahnya.

Hal ini juga yang disambut gembira Bupati Malang Sanusi. Dimana politikus senior dari PKB ini mengatakan rasa senangnya atas ekspansi kampus ke wilayahnya.

"Tentunya saya senang jika pengembangan kampus-kampus ke Kabupaten Malang. Ini akan membuat Kabupaten Malang semakin maju," ucap Sanusi menyikapi hal tersebut.

Bahkan, dirinya secara langsung ikut serta membuka jalan adanya berbagai kampus yang berdiri di Kabupaten Malang. Misalnya, di wilayah Kepanjen dengan rencana pengembangan kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang.

"Kita jemput bola untuk itu. Misalnya UB yang membutuhkan lahan untuk membangun kampus di Kabupaten Malang. Saya langsung turun ke lokasi yang direncanakan yaitu di Kepanjen," ujarnya.

Harapan besar Pemkab Malang itu, selain didasarkan untuk semakin mempermudah akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kabupaten Malang. Juga dengan adanya berbagai kampus itu, swara langsung akan berdampak domino.
Dimana, lanjut Sanusi, akan terbuka berbagai kegiatan ekonomi di sekitar pembangunan kampus. 

"Secara langsung kan bisa berdampak pada perekonomian warga sekitar. Ini yang membuat kita antusias dengan adanya ekspansi kampus ke wilayah kita," urainya.

Ekspansi berbagai kampus ke Kabupaten Malang, memang tak bisa dibendung lagi dengan kondisi lahan di perkotaan yang semakin menyempit. Hal ini pun sebenarnya sudah terjadi sejak kisaran tahun 1990, dimana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  mulai membangun kampus 3 di Jalan Raya Tlogomas yang masuk wilayah Kecamatan Dau sekaligus Kecamatan Karangploso.

Selain UMM, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang juga mulai membangun kampus 2 di Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, di tahun yang sama. Serta akan terus melakukan pengembangan di wilayah Kabupaten Malang.

Tak ketinggalan Universitas Islam Malang (Unisma) juga sedang merencanakan pembangunan kampus 2-nya dengan luas areal sekitar 78 hektar (ha) di wilayah Karangploso.
Terbaru adalah rencana pengembangan UB Malang yang sempat secara langsung melakukan peninjauan lokasi yaitu di wilayah Kepanjen. Dimana, untuk rencana itu Sanusi beserta pemangku kepentingan di wilayah, terjun ke lokasi. Serta siap menyediakan lahan seluas 20 ha dengan skema hibah.

"Ini merupakan komitmen kita atas harapan besar bahwa Kabupaten Malang akan menjadi jujugan para pelajar untuk menimba ilmu. Selain itu juga sebagai bagian dalam mengurai kepadatan dan kemacetan di wilayah kota ke depannya," ucap Sanusi.

Seperti diketahui, rencana menjadikan Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten, memang masif dilakukan Pemkab Malang. Tentunya, untuk mewujudkan hal itu pula, keberadaan PT akan semakin melengkapi sebuah citra sebuah kota yang tak melulu dipadati oleh industri.

Masyarakat pun cukup antusias dengan berbagai ekspansi kampus ke wilayahnya. Walau belum terlihat adanya progres, seperti di Kepanjen, tapi jemput bola yang dilakukan Pemkab Malang mendapat respon positif.

"Tentunya kita sangat senang bila itu bisa diwujudkan. Kepanjen akan semakin ramai dan kita juga bisa lebih meningkatkan kesejahteraan. Kalau ada kampus, kami bisa buka usaha makanan atau pun kost-kostan," ucap Badrun (46) warga Kepanjen kepada MalangTIMES, Senin (21/10/2019).

Sunarti (51) warga Kepanjen yang keseharian berjualan makanan dan minuman pun, menyampaikan hal sama. Dimana dirinya akan bisa lebih mengembangkan usahanya bila ada kampus besar yang dibangun di wilayah Kepanjen.

"Senang lah, saya bisa jualan lebih banyak lagi kalau ada mahasiswa di sini," ujarnya.