Wali Kota Malang Sutiaji (kanan) dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kiri) saat membersihkan gorong-gorong yang dipenuhi sampah (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

Wali Kota Malang Sutiaji (kanan) dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kiri) saat membersihkan gorong-gorong yang dipenuhi sampah (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).



Jawa Timur diprediksi alami cuaca ekstrem. Wali Kota Malang Sutiaji pun ingatkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Mengingat, hujan deras hingga angin kencang sangat mungkin terjadi dalam masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Pria berkacamata itu menyampaikan, bencana yang terjadi di wilayah Malang Raya beberapa pekan terakhir cukup memprihatinkan. Mulai dari insiden kebakaran di TPA Supit Urang hingga angin ribut yang menimpa Kota Batu. Sehingga, dia menekankan agar kewaspadaan terus ditingkatkan.

"Ini harus benar-benar kita perhatikan seksama. Lebih-lebih bila hujan itu disertai angin, maka waspada harus diperhatikan," katanya, Senin (21/10/2019).

Dia pun menekankan agar masyarakat melakukan kerja bakti di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Sehingga, kebersihan tetap terjaga dan ketika hujan datang tak lagi menyebabkan genangan.

Tak hanya itu, dia juga menginteruksikan agar Camat Sukun beserta Dinas Kesehatan Kota Malang melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada warga wilayah Kecamatan Sukun melalui RT/RW. Terutama dalam mengantisipasi terhadap polusi atau dampak kesehatan masyarakat akibat kepulan asap kebakaran TPA Supit Urang.  

"Tidak perlu menunggu kejadian, kita harus antisipatif dan pro aktif," jelas Sutiaji.

Sementara itu, Plt Kepala Disperkim Kota Malang, Hadi Santoso menambahkan, tim Disperkim terus melakukan langkah monitoring dan melakukan pemaprasan terhadap ranting pohon yang rapuh. Pemaprasan dilakukan secara bertahap, lantaran keterbatasan personel.

"Kami juga lakukan normalisasi drainase dan saluran air yang terhambat material atau sampah melalui Satgas PUPR," jelas pria yang akrab disapa Sony itu.

Sebelumnya, Plh Kepala Stasiun BMKG Juanda Rofiq Isa Mansur menyampaikan jika selama proses pergantian musim dari kemarau ke panas, Jatim sangat berpotensi alami cuaca ekstrem. Sehingga masyarakat diminta untuk tetap waspada.

Karena ada kemungkinan cuaca ekstrem seperti hujan es, hujan lebat secara tiba-tiba, angin kencang sesaat yang berasal dari awan cumulonimbus baik itu puting beliung. Selain itu juga ada kemungkinan peningkatan intensitas sambaran petir yang berasal dari awan cumulonimbus.

"Hujan yang terjadi saat masa pancaroba bersifat sporadis atau tidak merata dan terjadi secara tiba-tiba dengan intensitas yang lebat. Sehingga harus diwaspadai timbulnya genangan air," katanya.

Lebih jauh dia menyampaikan, intensitas angin kencang sesaat yang bersifat merusak akan meningkat pada masa transisi atau pancaroba. BMKG Juanda mengimbau kepada masyarakat Jatim agar selalu waspada terhadap berbagai cuaca ekstrem di masa pancaroba dan selalu menjaga kesehatan akibat pengaruh perubahan cuaca.


End of content

No more pages to load