Petugas Polres Mojokerto saat mengondisikan jalur Pacet ke arah Kota Batu di area bundaran  taman pacet, (20/10/2019). (Foto: istimewa)

Petugas Polres Mojokerto saat mengondisikan jalur Pacet ke arah Kota Batu di area bundaran  taman pacet, (20/10/2019). (Foto: istimewa)


Editor

A Yahya


Setelah Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berkoordinasi dengan Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama jalur Kota Batu-Pacet dan sebaliknya ditutup untuk semantara waktu. Ditutupnya jalur tersebut lantaran bencana alam angin kencang bercampur debu menerjang Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji.

Ya lantaran jarak pandang yang terlalu pendek, dan sangat membahayakan, sehingga dilakukan penutupan jalan tersebut. Penutupan jalan itu dilakukan sejak pukul 13.00 WIB, Minggu (20/10/2019). “Dikarenakan angin yang cukup kencang berpotensi rawan terjadi pohon tumbang kembali. Selain itu juga jarak pandang yang minim karena debu yang terbawa angin,” ungkap Harvi saat dikonfirmasi.

Dalam penutupan jalan tersebut, Polres Batu bekerjasama dengan Polres Mojokerto. “Tadi kami berkoordinasi dengan Polres Mojokerto untuk meminta bantuan menutup sementara akses arah Mojokerto ke Batu,” imbuhnya.

Hal itu langsung ditindaklanjuti dengan menutup di area bundaran  taman pacet yang mengarah ke Cangar Kota Batu. Terlihat petugas menutup dan memberikan arahan. “Tadi siang juga Polres Mojokerto telah membantu menutup bundaran taman pacet yang mengarah ke cangar Kota Batu,” jelas lulusan Akademi Polisi tahun 2001 ini.

Lalu kapan jalur tersebut akan dibuka? Menurutnya sementara waktu meihat kondisi di lapangan. Jika kondisi masih berangin disertai debu akan tetap ditutup hingga kembali normal. “Kalau kondisi angin masih kencang kemungkinan masih akan kita tutup karena berpotensi membahayakan masyarakat,” tutupnya.


End of content

No more pages to load