Para mahasiswa UIN Maliki yanv terlihat menggenakan sarung saat memperingati hari santri tahun lalu (istimewa)

Para mahasiswa UIN Maliki yanv terlihat menggenakan sarung saat memperingati hari santri tahun lalu (istimewa)



22 Oktober 2019 mendatang, merupakan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. 

Untuk menyambut HSN 2019, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan kepada seluruh civitas akdemika UIN Maliki untuk memakai pakaian khas ala santri.

Dalam surat edaran bernomor B4136/Un.03/Kp.01.2/10/2019, pada tanggal 22 Oktober 2019, pakaian santri wajib dikenakan dalam segala macam kegiatan kampus. 

Bagi laki-laki, wajib mengenakan sarung, baju takwa atau batik, bersongkok, bersandal atau bersepatu. 

Sementara, bagi kaum perempuan, wajib mengenakan rok panjang, berjilbab, bersandal atau bersepatu.

Rektor UIN Maliki, Prof Abdul Haris, membenarkan, jika pihaknya menginstruksikan untuk para tenaga pendidik, tenaga kependidikam dan mahasiswa untuk mengenakan pakaian ala santri. 

Hal itu mengacu pada surat edaran dari Sekretaris Jendral Kementrian Agama Republik Indonesia, nomor 32 tentang peringatan HSN 2019 dengan tema Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia.

"Untuk hal ini sudah berjalan kurang lebih berjalan tiga tahun. Memang kebijakan  ini menghormati hari santri, pagi diwajibkan upacara pakai pakaian ala santri dan selanjutnya mengukuti istigosah bersama," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, mengenai peran santri dan kontribusinya bagi Indonesia, memang sudah banyak. Saat ini, santri telah banyak berkembang pesat. 

Jika dulunya santri terkesan tradisional namun santri-santri saat ini telah modern. 

Hal itu juga tercermin dengan pendidikan santri di beberapa pondok pesantren.

"Santri mulai berkembang, dulu orang beranggapan santri itu tradisional namun sekarang zaman telah berubah, santri saat ini modern. Apalagi wakil presiden kita juga seorang santri," paparnya.

Lanjutnya, dan pada dasarnya UIN Maliki sudah mencetak santri-santri unggulan atau mahasantri.  

Pedoman santri, sudah mulai semester awal dikenalkan tentang bagaimana budaya santri, yang disisipi pelajaran-pelajaran modern seperti bahasa Inggris.

Selain intruksi wajib mengenakan pakaian ala santri, dalam surat edaran tersebut, juga mewajibkan mengikuti kegiatan upacara bendera pada 22 Oktober 2019 dan mengikuti zikir akbar yang diadakan pada sore harinya di Gedung Ir Soekarno.

"Ada juga perlombaan-perlombaan menyambut hari santri yang kita barengkan dengan Dies Natalis," pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load