Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Masih banyaknya temuan sampah plastik di area selokan, sungai dan di berbagai saluran air membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ketar-ketir. 

Lantaran, persoalan kepedulian lingkungan di masyarakat hingga kini masih belum teratasi.

Banyaknya temuan tersebut juga menandakan, bahwa masyarakat Kota Malang dinilai masih melakukan pembuangan sampah secara sembarangan. 

Karenanya, dalam waktu dekan Pemkot Malang bakal ambil ancang-ancang untuk membuat Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait sampah.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, adanya Peraturan Daerah (Perda) sampah yang masih digodok menurutnya masih kurang efektif dalam menangani persoalan tersebut. 

Karenanya, Perwali sebagai yang memperkuat sanksi bagi pembuang sampah sembarangan terutama pembuangan sampah plastik.

"Perda sampah masih dalam tahap berembuk, tetapi kan salah satunta yang kita canangkan dulu itu juga menganai bebas sampah plastik. Dan sudah mulai diterapkan penggunaan plastik berbayar, tapi masih kurang efektif dan ini harus dikuatkan oleh Perwali," ujar dia.

Hanya saja, proses membentukan Perda memang memakan waktu yang cukup lama apalagi dengan penguatan Perwali itu. 

Salah satunya harus melalui persetujuan dari Provinsi Jawa Timur. 

"Karena regulasinya haris mengikuti tahapan-tahapan yang salah satumya melalui konsultasi terhadap biro hukum provinsi. Tidak boleh minta langsung berupa Perda," imbuhnya.

Sedangkan terkait sanksi yang akan diberika Pemkot Malang bagi pembuang sampah sembarangan, pria yang akrab disapa Aji ini masih belum mau membocorkan lebih lanjut. 

Untuk saat ini ia menegaskan akan menunggu perkembangan jika peraturan tersebut sudah diselesaikan.

"Bagaimana hukumannya? Kita tunggu tunggu saja perkembangannya nanti kalau peraturan itu sudah selesai," tandasnya.


End of content

No more pages to load