Surat Imbauan tentang Hari Santri oleh Wali Kota Malang Sutiaji. (Ist)

Surat Imbauan tentang Hari Santri oleh Wali Kota Malang Sutiaji. (Ist)



Hari Santri nasional segera digelar dalam dua hari ke depan. Tepatnya akan kembali diperingati pada 22 Oktober mendatang. Tahun ini, tema yang diangkat dalam peringatan Hari Santri adalah 'Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia'.

Seluruh daerah di Indonesia, tanpa kecuali Kota Malang, dipastikan akan memperingati hari bersejarah yang ditetapkan sejak 2015 lalu itu. Terlebih, Malang sangat kental dan erat kaitannya dengan hari bersejarah tersebut lantaran pencetus Hari Santri Nasional berasal dari Malang.

Untuk memperingati hari penting itu, Wali Kota Malamg Sutiaji bahkan mengeluarkan surat imbauan. Surat yang ditandatangani sejak 16 Oktober 2019 lalu itu pun sudah disebarluaskan. Di antaranya berisi imbauan untuk mengenakan busana muslim bagi aparatur siipil negara (ASN) saat akan melaksanakan perayaan Hari Santri nasional.

"Diimbau pada ASN di lingkungan Pemerintah Kota Malang padagm hari Selasa  22 Oktober 2019 untuk menggunakan busana muslim," bunyi salah satu poin dalam surat imbauan tersebut.

Sementara  ketentuan yang harus diperhatikan ASN saat mengenakan baju muslim adalah baju muslim atau koko warna putih dilengkapi dengan sarung dan songkok berwarna hitam bagi laki-laki. Sedangkan perempuan diimbau mengenakan atasan berwarna putih dan bawahan berwarna hitam atau gelap serta kerudung putih.

Selanjutnya juga disampaikan bahwa peringatan Hari Santri nasional aoan digelar di Kota Malang. Salah satunya dengan menyelenggarakan apel peringatan yang akan digelar di halaman Balai Kota Malang pada Selasa (22/10/2019) mendatang.

Setiap tahun, Kota Malang memang selalu memperingati Hari Santri nasional dengan cara yang hampir sama. Saat apel, seluruh ASN akan mengenakan busana bernuansa muslim. Peserta apel pun juga berasal dari santri dari beberapa pondok pesantren di Kota Malang. Melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan itu, peran serta santri untuk menhaga NKRI diharapkan mampu terus bergelora.

Sebagai informasi, Hari Santri nasional dicetuskan dengan tujuan meneladankan semangat jihad kepada para santri. Terutama tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama. Sementara pemilihan tanggal 22 Oktober sendiri adalah merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh pahlawan nasional KH Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945 silam.

Seruan itu berisi  perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan. Selain itu, Hari Santri nasional  menjadi salah satu wujud pengakuan pemerintah atas peran besar umat Islam dalam berjuang merebut dan mempertahankan NKRI.

 


End of content

No more pages to load