Rektor Unikama, Dr. Pieter Sahertian saat memasang slempang penghargaan sebagai wisudawan lulusan terbaik kepada empat mahasiswa (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Rektor Unikama, Dr. Pieter Sahertian saat memasang slempang penghargaan sebagai wisudawan lulusan terbaik kepada empat mahasiswa (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) melangsungkan prosesi wisuda periode pertama semester genap tahun akademik 2018/2019. Periode pertama, 542 mahasiswa mengikuti prosesi wisuda yang dihadiri oleh Prof. Dr. Soeprapto, DEA, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikyi) Wilayah VII Jawa Timur, Ketua PGRI Propinsi Jawa Timur, Ketua PPLPPT PGRI Malang serta tamu undangan lainnya.

Dalam prosesi wisuda tersebut, juga diumumkan  mahasiswa yang menjadi lulusan terbaik, dari tiga fakultas dan satu dari Program Pasca Sarjana. Dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Prodi Binbingan dan Konseling, Azrita Septia Ningrum, dengan IPK 3,86, Rannisa Safitri dari Fakultas Peternakan Prodi Peternakan dengan IPK 3,83, Nikodimus Hendra, dari Fakultas Hukum, Prodi Ilmu Hukum dengan IPK 3,40 dan terakhir dari Program Pascasarjana Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Dwi Andriana demgan IPK 3,89.

Rektor Unikama, Dr. Pieter Sahertian, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian para wisudawan yang telah meraih gelar sarjana maupun magister sebentar lagi akan disematkan dibelakang nama wisudawan. "Kami yakin wisuda ini akan menjadi hari yang akan diingat dalam kehidupan wisudawan dan juga keluarga. Kepada keluarga wisudawan kami mengucapkan selamat atas keberhasilan bapak tau ibu orang tua,  dalam mendukung para wisudawan baik secara material, spirit, maupun doa, sehingga hari ini sebuah penantian menjadi kenyataan," ungkapnya

Karenanya, pihaknya juga berharap, agar para wisudawan nantinya bisa memanfaatkam ilmu yang diperoleh selama ini sebagai bekal dan bisa mengamalkan ilmu tersebut untuk kebermanfaatan masyarakat. "Buktikanlah bahwa gelar yang diperoleh berbanding lurus dengan kompetensi yang dimiliki. Almamater sudah berupaya semaksimal mungkin menghasilkan lulusan yang berkualitas, yang memiliki kompetensi  dalam bidang ilmunya," jelasnya dalam sambutan.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar para lulusan bisa menjaga nama baik almamater dengan terus memberikan kontribusi positif dalam segala hal. Sebeb dengan begitu, nama almamater juga akan terangkat. Dan sebaliknya, jika para lulusan terlibat dalam sebuah kasus-kasus yang memang merugikan, tentunya, nama almamyer juga akan terbawa.

"Karena itu, nilai-nilai kejujuran, kebenaran dan keadilan seharusnya tertanam pada diri setiap lulusan. Sebagai pencerminan dari keluhuran budi, “kejujuran, kebenaran dan keadilan apabila digabung dengan kemampuan ilmu pengetahuan, serta semangat pengabdian, hal itu sebagai wujud nilai kepahlawanan pada masa kekinian. Mudah-mudahan akan menjadi amunisi yang besar untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi," terangnya.

Sementara itu, Ketua LL Dikti Wilayah VII, Prof. Dr. Soeprapto, DEA, mengatakan, jika diharapkan Unikama bisa meluluskan lebih banyak lagi, lulusan-lulusan yang terus semakin bertambah baik kualitasnya. Sebab, beberapa tahun belakangan, telah menunjukan kontribusi positif dengan SDM maupun dosen yang berkualitas. "Makanya saya berharap, memasuki era Revolusi Industri 4.0, Unikama bisa semakin memantapkan lagi, karena sebelumnya sudah bagus, namun harus lebih ditingkatkan lagi. Negara menunggunya untuk berkontribusi," pungkasnya.