Bibit Prayogo selaku Ketua MGBK Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur . (Foto: Bambang Setioko/JatimTIMES)

Bibit Prayogo selaku Ketua MGBK Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur . (Foto: Bambang Setioko/JatimTIMES)



Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Kantor wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri, mengadakan seminar menuju Revolusi Industri 4.0, yang digelar di Kampus IIK Bhakti Wiyata Kediri lantai 6, Sabtu (19/10/19).

Peserta yang hadir dalam kegiatan seminar tersebut dari Guru BK  SMK, MA, SMA dan MTS seluruh Jawa Timur. Sedangkan narasumber yang dihadirkan yakni Emi Lesma Wati P4TK Bogor dan Wiryo Aditomo dari Unesa Surabaya.

Menurut Bibit Prayogo selaku Ketua MGBK Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur mengatakan, kegiatan ini untuk pembekalan Guru BK menghadapi situasi perkembangan teknologi yang begitu pesat.

Dengan adanya kegiatan ini Guru BK mendapat tambahan wawasan pengetahuan yang intinya adalah untuk pembekalan kita, dalam memberikan layanan, bimbingan dan Konseling kepada anak-anak, baik di SMP, MTS, MA maupun di SMA.

"Kita tahu perilaku anak sekarang ini sudah berbeda sebelum 10 tahun yang lalu. Maka terutama Guru BK harus paham dan mengerti tentang perubahan teknologi yang begitu cepat,"kata dia.

Bibit Prayogo menambahkan, guru BK harus selalu up date, dan yang kedua guru BK ini tugasnya menguatkan anak untuk menghadapi persoalan,bukan menyelesaikan permasalahan anak karena anak, yang menyelesaikan masalah anak yaitu anaknya sendiri.

Sekian banyak anak mereka mempunyai problematika beraneka macam. Tugas MGBK adalah menguatkan anak anak. Untuk menguatkan anak anak, harus mempunyai bekal, salah satunya pembekalan melalui seminar.

"Diharapkan ke depan, Guru BK itu bisa dijadikan sebagai tempat curhatnya anak anak, dan memahami karakter perilaku anak yang selama ini. Karena perubahan anak sekarang ini begitu cepat, padahal perubahan yang dilakukan perilaku anak belum tentu semuanya negatif, dan kita harus bisa memahami,"imbuhnya.

"Anak-anak bermain gadget, hp, internet dan kecanduan game dan lain sebagainya.  Kalau anak bisa kita dampingi kita ajak bicara akan ada positifnya. Kita bangun ternyata anak ini mempunyai potensi di situ dan itulah tugas Guru BK," pungkasnya.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load