Kegiatan yudisium Program Pascasarjana PIPS Unikama (Anggara Sudiongko/MalangTIMES
Kegiatan yudisium Program Pascasarjana PIPS Unikama (Anggara Sudiongko/MalangTIMES

Program Pascasarjana, Program Studi (Prodi) S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Jumat (18/10/2019) malam meyudisium 47 mahasiswanya. 

47 mahasiswa tersebut akhirnya resmi menyandang gelar S2.

"Target ke depan saya ingin Pascasarjana Unikama ini tidak hanya meningkat dari sisi kuantitasnya saja melainkan kualitas pembelajarannya juga. Sekarang kan kuantitas sudah, tinggal ditingkatkan kualitasnya," papar Dr Endah Andayani SPd MM, Direktur Program Pascasarjana Unikama.

Sebelumnya,  untuk meningkatkan kualitas dosen, pihaknya mengajak para dosen dan mahasiswanya mengunjungi tiga universitas di Malaysia. 

Hal tersebut tak lain untuk menambah wawasan para mahasiswa dan dosen tentang proses perkuliahan di luar negeri.

Tiga universitas tersebut yakni, Universitas Kebangsaan Malaysia, Universitas Malaysia dan Universitas Tun Abdul Razak.

Selain dengan melakukan visiting study ke Malaysia, pihaknya juga menggelar workshop penulisan artikel ilmiah. 

Sebab, menulis artikel merupakan hal wajib dan mutlak bagi mahasiswa S2.

"Karena untuk mahasiswa S2 itu memang diwajibkan menulis artikel. Tentu untuk mencapai target itu kami juga mengadakan workshop penulisan artikel ilmiah," tuturnya.

Setelah dilakukan workshop, kemudian dilakukan klinis artikel. 

Jadi artikel yang sudah dibuat mahasiswa akan diklinis oleh dosen, setelah itu dimasukkan ke media cetak atau online yang sudah dipersiapkan oleh pascasarjana. Salah satunya jurnal yang dipersiapkan yakni JPPI.

"Harapan saya betul-betul ada perubahan sikap dan pikiran mahasiswa setelah mendapatkan gelar master. Mereka yang berprofesi guru, betul-betul bisa menerapkan ilmu yang dimiliki sekaligus bisa memanajemen sekolah dengan baik. Menjadi guru yang baik, apalagi kita dihadapkan dengan era revolusi industri 4.0 yang menuntut perubahan. Mindset atau pola pikir yang bisa menyandingi tuntutan era ini harus dipenuhi," pungkas nya.