Tiananto atau Tante Tiara berpelukan dengan keempat karyawan yang telah merampok rumahnya (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Tiananto atau Tante Tiara berpelukan dengan keempat karyawan yang telah merampok rumahnya (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Ada yang menarik ketika Polres Lumajang melakukan reka ulang perampokan yang menimpa Tiananto, seorang waria yang memiliki usaha rias pengantin.

Dalam reka ulang yang berlangsung pada hari ini, Jumat (18/10) di desa Kenongo Kecamatan Gucialit, Tiananto yang lebih akrab dipanggil Tante Tiara, meminta kepada polisi agar ke empat palaku tidak dihukum.

Tak hanya itu, waria ini memeluk karyawannya dan menangis sesengukan meminta agar semua pelaku dibebaskan dari jeratan hukum.

"Jangan dihukum pak, mereka sudah seperti saudara sendiri. Sudah bekerja dengan saya lebih dari 10 tahun dan ikut membesarkan usaha saya. Saya minta tolong pak, saya juga ikhlas kalau  uang saya tidak kembali," kata Tante Tiara, sembari manangis sesengukan.

Tante Tiara tetap memeluknya erat walau didepan kamera sejumlah wartawan yang meliput reka ulang tersebut. Bahkan Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban sampai meminta agar Tiara melepaskan pelukannya.

Empat pelaku yang berhasil diamankan polisi masing-masing Johan Andri (26), Edi Raharjo (27) Ridi (35), dan Izroil Nur Rohman (29),  yang semuanya adalah karyawan dari korban yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri. 

Keempat karyawan rias pengantian ini secara bersama-sama melakukan perampokan di rumah Tante Tiara dan berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp 31 juta. Selain keempat pelaku, masiha dua pelaku lain yang sampai saat ini masih buron..

Walau korbannya meminta agar para pelaku perampokan ini dibebaskan, namun polisi akan tetap akan melanjutkan kasus ini, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kasus ini bukan delik aduan, sehingga korban tak bisa meminta kepada kami untuk melepaskan pelaku begitu saja. Kasus ini akan terus kami selesaikan dan selanjutnya kami serahkan ke pihak pengadilan. Silahkan untuk korban bisa meminta keringanan hukuman kepada hakim di sidang kasus kelak,” kata Kapolres Lumajang.