Tim juri Poskestren Provinsi Jatim saat melakukan peninjauan ke Pondok Pesantren Al Munawwaroh, Jum'at (18/10) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Tim juri Poskestren Provinsi Jatim saat melakukan peninjauan ke Pondok Pesantren Al Munawwaroh, Jum'at (18/10) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Ajang perlombaan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) 2019 tingkat Provinsi Jawa Timur berhasil membawa Pondok Pesantren Muhammadiyah Al Munawwaroh menorehkan prestasi sebagai Poskestren terbaik mewakili Kota Malang.

Ya, pondok pesantren yang berada di Jl Kyai Sofyan Yusuf no 32, Kedungkandang, Kota Malang tersebut berhasil masuk 4 besar se-Provinsi Jatim. Dan hari ini (Jum'at, 18/10), tim juri secara khusus datang untuk melakukan penilaian secara langsung.

Sejak pagi para siswa siswi menyambut kedatangan dewan juri dari Provinsi Jatim dengan beragam hiburan. Mulai dari parade drumband, atraksi pencak silat, hingga simulasi kegawat daruratan.

Ketua Dewan Juri Poskestren Tingkat Jatim, Edi Basuki SKM MKes menyatakan ajang ini selain untuk meningkatkan pemberdayaan kader kesehatan remaja melalui santri juga untuk menghilangkan stigma yang berkembang di masyarakat mengenai kehidupan lingkungan pondok pesantren yang dinilai kumuh dan tidak terawat.

"Malang salah satu yang masuk kategori pesantren modern tersebut di Al Munawwaroh. Dan cukup untuk bersaing dengan 3 wilayah lainnya. Kondisi lingkungan pesantren di sini sudah bagus, apalagi ada inovasi lain juga," ujarnya.

Pihaknya berharap melalui ajang perlombaan Poskestren ini, para kader kesehatan akan terus berupaya dalam meningkatkan pemberdayaan dalam kesehatan. 

"Semua mulai dari lingkungannya, pengasuhnya, kelembagaan, gizi dan yang lainnya kita nilai. Tapi, terlepas dari sini, semoga nanti keberadaan Poskestren bisa terus meningkat, dan tetap melakukan upaya pembinaan kesehatan di masyarakat dengan lebih baik," tandasnya.

Poskestren Al Munawwaroh sendiri merupakan salah satu program binaan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang yang dalam hal ini diwakili oleh Puskesmas Kedungkandang. Poskestren ini maju mewakili Kota Malang dan bersaing dengan tiga daerah lainnya. Yakni, Lumajang, Lamongan dan Ponorogo.

Staff Ahli Bidang Pembangunan Kesehahteraan Rakyat dan SDM Pemkot Malang, dr Asih Tri Rachmi menyampaikan program Poskestren Al Munawwaroh memiliki beragam inovasi. Mulai dari Kado Mas Buas (Kader Android Masyarakat Budaya Anti Stunting) dari Puskesmas Kedungkandang, kemudian ada kegiatan Santri Pelita (Santri Peduli Kesehatan Ibu dan Balita).

Kemudian ada Survey Mawas Diri, dimana dilakukan oleh Santri Husada yang meliputi kebersihan perseorangan dan juga kebersihan lingkungan, Sapu Bersih (Sarapanku Pagi Penuh Gizi), Dai Keren dengan melibatkan Santri Husada untuk melakukan penyuluhan di area pesantren dan luar pesantren, dan masih banyak lainnya.

"Dari berbagai inovasi inilah kami harapkan untuk terus ditingkatkan sebagai upaya kesadaran kepada masyarakat akan kesehatan. Semoga penilaian hari ini bisa menbawa Poskestren Al Munawwaroh terbaik se Jatim," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pondok Pesantren Al Munawwaroh Drs H Ahmad Taufiq Kusuma optimis Poskestren Al Munawwaroh bisa membawa kemenangan. Hal itu diyakini dengan kondisi lingkungan pesantren yang berbasis modernisasi. Selain itu, ia menjelaskan segala hal kegiatan dari Santri Husada yang sudah mandiri dalam membantu pelayanan kesehatan di masyatakar sekitar.

"Kami sudah memprogramkan bagaimana Santri Husada kami mampu berperan dalam pelayanan kesehatan sekitar secara mandiri, ini yang akan terus dikembangkan. Bagaimana santri harus memiliki wawasan baik ilmu keagamaan dan luwes menangani permasalahan kesehatan di lingkungan di tengah masyarakat," jelasnya.

Dalam agenda tersebut juga dilakukan penandatanganan kesepakatan, Mendukung Pos Kesehatan Pesantren Imbas di Kota Malang Menuju Santri Jawa Timur Sehat dan Berkah.


End of content

No more pages to load