Izzudin Zaki, ketua PC Ansor Kabupaten Trenggalek. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Izzudin Zaki, ketua PC Ansor Kabupaten Trenggalek. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Senada dengan Satkorcab Banser, Ketua PC Ansor Kabupaten Trenggalek Izzudin Zaki atau yang sering di sapa Gus Zaki mengaku kurang puas dengan penangkapan seorang tersangka yang dirilis Mapolres Tulungagung. 

Menurut Gus Zaki, pihaknya sabar  selama ini  untuk tidak melakukan aksi balasan. Tapi tindakan yang dilakukan kepolisian masih belum dirasakan adil bagi Banser.

"Yang ditangkap itu hanya yang dilaporkan. Benar yang ditersangkakan itu yang melempari, tapi teman kami dikerocok (keroyok) seperti babi," ujar Gus Zaki.

Saat kejadian, menurut Gus Zaki, pihak Banser berjumlah lebih banyak. Namun, dirinya menahan lebih dari 4.000 anggota yang pulang dari apel di Pantai Prigi dan berniat mengejar pelaku pengeroyokan.

"Saya ditelpon, teman-teman mau mengejar pelaku. Namun saya larang dan kami serahkan ke pihak kepolisian untuk memproses. Kami menghormati kinerja kepolisian. Namun kami belum puas karena pelakunya bukan hanya satu orang . Kami ini dikerocok lho," ungkapnya.

Gus Zaki juga meluruskan bahwa  tidak benar bahwa seakan-akan Banser melempari duluan sekelompok orang yang sedang mengadakan kegiatan bazar di Desa Talun Kulon.

"Itu yang perlu kami luruskan. Misalkan ada kelompok lain di depan kami yang melempar, itu bukan bagian dari Banser. Lalu tadi dikatakan bahwa ini salah paham sehingga terjadi penyerangan. Mereka sadar saat menyerang meneriaki Banser.. Banser.. Bahkan dengan kata yang kotor sambil melakukan penyerangan itu," ungkapnya.

Banser  masih memberikan waktu untuk polisi agar terus memproses kasus tersebut. Sehingga semua pelaku premanisasi dapat diusut tuntas dan tidak terulang di masa yang akan datang.

"Di daerah selatan utamanya perbatasan dengan Trenggalek, kejadian serupa sering terjadi. Jangan sampai terulang di masa yang akan datang dan ini semua untuk kepentingan masyarakat," tandasnya.

Senada dengan Gus Zaki, kekecewaan juga disampaikan oleh komandan Banser Satkorcab Trenggalek saat mengikuti press rielease di Mapolres Tulungagung, Kamis (17/10) pagi.

"Yang terjadi hanya ditangkap satu orang yang melempar dan akan dicari yang memukul. Ini tidak akan menghentikan premanisasi dan ini akan muncul di kemudian hari," ungkap Fatkhurohman, komandan Satkorcab Banser Kabupaten Trenggalek.

Banser tetap  mendesak agar polisi terus mengejar pelaku lain karena dalam perhitungan yang didasarkan pada hasil investigasi tim LBH Ansor, setidaknya ada 15 nama pelaku yang kini masih berkeliaran.

"Kami punya nama-namanya. Ada sekitar 15 nama dan salah satunya yang ditangkap ini  dengan usia rata-rata pemuda. Ini juga harus diproses, bukan hanya menangkap satu orang seperti yang terjadi sekarang," ujar Fatkhur, panggilan akrabnya.

Informasi yang diterima Fatkhur, beberapa orang yang diduga pelaku telah melarikan diri dan bahkan ada yang sudah berada di luar Jawa. "Mau lari ke luar Jawa lah. Itu tetap harus di proses dan dicari," ucapnya.

Bahkan, pihaknya akan melakukan upaya sepihak untuk menghentikan premanisasi yang saat ini berulang-ulang terjadi.