Tersangka FMA, pelaku penganiayaan yang kini diamankan Polisi

Tersangka FMA, pelaku penganiayaan yang kini diamankan Polisi



Tak terima 'dibleyer' seorang mahasiswa berinisial FMA, (19), nekat menghajar pengendara lain bernama Hadi Wiyono, (31),  warga Dusun Pecemengan Desa/Kecamatan Blimbingsari. FMA yang tinggal di desa yang sama, kini harus berurusan dengan aparat Kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasus ini bermula pada  Senin (9/10/19) lalu. Sekitar pukul 19.20 WIB, korban berniat mengantar calon istrinya pulang ke rumahnya. Mereka berboncengan dengan sepeda motor. 

Di tengah perjalan, tepatnya di depan toko sembako masuk di Dusun Krajan  Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi  mereka mendapati  tersangka sedang berbincang dengan perempuan yang juga mengendarai sepeda motor. Posisi mereka berjajar sehingga memenuhi jalan.

"Kemudian korban 'mbleyer' dan menyalipnya agar tidak memenuhi jalan. Tiba-tiba lelaki itu mengikuti korban dari arah belakang, menyalip lalu memberhentikan korban," kata Kapolsek Rogojampi, Kompol Agung Setyo Budi, Kamis (17/10/19).

Lelaki yang belakangan diketahui sebagai FMA itu turun dari sepeda motornya dan menghampiri korban. 

Selanjutnya korban turun dari sepeda motor dan laki-laki tersebut langsung memukul dengan menggunakan tangan kanan sebanyak 2 kali. Pukulan itu mengenai pipi sebelah kiri sehingga mengeluarkan darah.

"Saat itu ada warga Desa Kedaleman yang membantu melerainya. Selanjutnya korban dan laki-laki tersebut di bawa ke Polsek Rogojampi. Korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rogojampi," terang Agung.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi akhirnya melakukan penyidikan. Polisi saat ini sudah menetapkan FMA sebagai tersangka dalam kasus pemukulan ini. 

Dia dijerat dengan pasa 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan. "Tersangka sudah kita amankan. Kasus ini masih dalam penyidikan lebih lanjut," tegasnya.
 

 


End of content

No more pages to load