Dua tersangka korupsi TKD Bulusari
Dua tersangka korupsi TKD Bulusari

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan akhirnya menahan dua orang tersangka korupsi pada penambangan liar di tanah kas desa (TKD) Bulusari, Kecamatan Gempol. Kedua tersangka ini ditahan setelah mangkir dari tiga kali panggilan pemeriksaan.

Kedua tersangka tersebut yakni Kades Bulusari Yudono dan Bambang Nuryanto, mantan ketua BPD Bulusari. Mereka yang bertanggung jawab atas penambangan liar di TKD seluas 4,6 hektare tersebut.

“Perbuatan kedua tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp 3 miliar. Hasil penambangan itu tidak masuk dalam kas desa,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik mendatangkan ahli geodesi dan Badan Pertanahan Negara (BPN) untuk menghitung kerugian negara akibat pengerukan galian tambang pasir batu (sirtu) pada kurun waktu 2013-2017.

Khosim, penasehat hukum Yudono, mengaku kecewa atas penahanan tersebut. Menurut dia, tindakan tersebut sarat muatan politis karena kliennya tengah mencalonkan kepala desa.

Selain politis, objek TKD tersebut sedang dalam tahap sengketa kepemilikan. Saat ini ada pihak lain yang mengklaim memiliki tanah tersebut dan sedang dalam persidangan perdata di Pengadilan Negeri Bangil.

“Seharusnya penyidik kejari menghormati kasus hukum yang sedang berjalan. Penahanan ini juga sarat nuansa politis,” kata Khosim.

Kasus ini sempat mendapat perhatian dari Sekretariat Negara (Setneg) RI. Bahkan pada 15 November 2017 lalu, Setneg RI menerjunkan tim ke lokasi untuk memantau secara langsung laporan masyarakat tersebut.