Bupati Blitar Rijanto saat membuka workshop dan lokakarya gerakan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan ekosistem digital (Foto: Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Bupati Blitar Rijanto saat membuka workshop dan lokakarya gerakan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan ekosistem digital (Foto: Aunur Rofiq/BlitarTIMES)



Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dan berpengaruh di dunia terus meningkatkan ekosistem dan sumber daya manusia dari berbagai bidang, diantaranya dalam menghadapi era digital. Sebab, dampak positif dari era digital ialah menghadirkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berkomitmen untuk mendorong masyarakat melalui program-program dan kebijakan di bidang teknologi informasi. Salah satunya dengan menggelar  workshop dan lokakarya gerakan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan ekosistem digital.

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang perdana Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Kamis (17/10/2019). Workshop dan lokakarya ini diikuti relawan teknologi informasi dan komunikasi (Relawan TIK) se Kabupaten Blitar dan dibuka langsung oleh Bupati Blitar Rijanto.

Dalam sambutannya, bupati berharap agar masyarakat saat ini lebih pintar dalam menghadapi era digital. Harapan ini karena dewasa ini di perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat telah banyak berpengaruh terhadap perubahan di dalam masyarakat. Khususnya di aspek sosial budaya dan melahirkan generasi baru yang disebut pribumi digital.

Pribumi digital adalah istilah Dirjen Aplikasi Informatika Kementrian Kominfo, merujuk dominannya penggunaan internet di Indonesia. Survey menunjukkan dari 264 juta jiwa penduduk Indonesia merupakan pengguna internet aktif. Sedangkan pengguna aktif media sosial sebanyak 56% pada awal tahun 2019. Hal ini diimbangi dengan pertumbuhan industri E-Commerce (khusus bisnis UMKM) meningkat 40% setiap tahunnya.

“Dengan kondisi ini masyarakat harus semakin pintar menghadapi era digital. Harapan saya dengan teknologi dan informasi (TIK) masyarakat dapat menerima manfaat yang sangat besar, tidak hanya sebagai sarana belajar, tetapi juga dapat meningkatkan taraf hidupnya,” ungkap Bupati Rijanto.

Sesuai dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Blitar menuju Kabupaten Blitar yang maju dan berdaya saing, maka di era Revolusi Industri 4.0 pengertian maju menurut bupati dalam visi ini adalah mampu mengikuti perkembangan teknologi. Sedangkan berdaya saing adalah mampu menjadi bagian dari ekosistem digital yang perkembangannya sangat cepat dalam persaingan tanpa batas dan tanpa sekat kewilayahan yang disebut global.

“Workshop dan lokakarya ini sangat relevan dengan visi dan misi bupati dan wakil bupati. Serta selaras dengan arah kebijakan Pemkab Blitar,” tegas bupati yang dikenal peduli dan dekat dengan rakyat.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Eko Susanto, menyampaikan dengan mengusung slogan hastag #onlinelebihasik workshop dan lokakarya ini diharapkan mampu mentransformasi kebutuhan informasi di masyarakat melalui teknologi informasi. Utamanya untuk masyarakat desa yang prosentasenya memang lebih banyak.

Eko juga mengharapkan, nantinya para relawan TIK ini bisa ikut mengembangkan ekosistem digital yang ada di tingkat desa.

“Prosentasenya masyarakat kita kan banyak yang di desa. Sehingga kita perlu untuk membangun ekosistem digital di tingkat desa dengan bantuan relawan TIK ini. Tujuannya tentu untuk mempercepat bangunan ekosistem digital di masyarakat. Karena sekarang semua layanan berbasis online,” paparnya.

Dia menambahkan,di Kabupaten Blitar saat ini ada 150 relawan TIK. Mereka intens mendapatkan panduan dari Dinas Kominfo untuk membantu desa-desa membangun ekosistem digital, diantaranya kegiatan pendampingan desa dan digitalisasi pelayanan publik, kegiatan literasi digital di masyarakat. Mereka relawan TIK juga ikut membina lomba desa,

“Progresnya sudah banyak yang dicapai selama setahun ini. Dan kami optimis ke depan ini akan terus berkembang dan terus bersinergi. Kedepan dengan bangunan ekosistem digital yang kuat, target program-program yang diluncurkan pemerintah utamanya untuk desa-desa bisa cepat tercapai,” pungkas nya.(kmf)


End of content

No more pages to load