Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak (paling tengah) saat memimpin Deklarasi Bijak Bermedsos di malam penghargaan AIKID 2019 Rabu malam (16/10) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak (paling tengah) saat memimpin Deklarasi Bijak Bermedsos di malam penghargaan AIKID 2019 Rabu malam (16/10) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Malam penghargaan Anugerah Inovasi dan Kreativitas Informasi Digital (AIKID) 2019 menjadi salah satu bukti bahwa Kota Malang siap menuju Smart City. Ya, ajang tersebut melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam penilaian media sosial dan website.

Semua OPD berlomba membuktikan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Hal itu menjadi bukti, bahwa Pemkot Malang semakin serius mengedepankan digitalisasi dalam hal pelayanan publik.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, dalam penyeimbangan digitalisasi itu masih harus dikuatkan dengan inovasi-inovasi baru. Melalui ajang penghargaan AIKID ini, diharapkan masing-masing OPD terus bergerak dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kota Malang.

"Terlepas dari siapa yang menang dan yang kalah, digitalisasi perlu terus kita kuatkan. Maka kita juga harus mengikuti perkembangan dunia IT, karena jika tidak berkreasi kita akan tertinggal dengan yang lain," ujar dia saat menghadiri malam penghargaan AIKID 2019 road to Smart City, semalam (Rabu, 16/10).

Menurutnya, ketika konsep digitalisasi sudah tersedia maka sistem pengelolaan dalam implementasi kepada masyarakat harus diperkuat. Terlebih Kota Malang juga telah mendapat berbagai penghargaan di bidang ekonomi kreatif. "Ini yang harus menjadi komitmen kita semua, digitalisasi yes. Tapi yang terpenting manfaat dari digitalisasi itu, yaitu diimplementasikan ke kita seperti apa," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak. Ia menilai ajang AIKID semakin menjadikan posisi Kota Malang sebagai ekonomi digital. Terlebih, banyak talenta-talenta di bidang industri kreatif yang hadir dari anak-anak Malang. Namun, kedepan instansi publik di Jawa Timur memiliki tantangan inovasi tersebut. 

"Kami sangat mengapresiasi Kota Malang untuk digitalisasi, hal inilah yang semakin menancapkan posisi itu. Talentanya sudah disupport di Kota Malang, sekarang tantangan terbesarnya instansi publik seperti kita dalam membawa inovasi itu," kata mantan Bupati Trenggalek ini.

Meski begitu, suami artis Arumi Bachsin ini menambahkan pihaknya akan terus memberikan pengawalan dalam penerapan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) di Kota Malang. Menurut dia melek digital harus tetap menyesuaikan dengan kompetensi dasarnya.

"Inovasi digital inilah yang kemudian harus disesuaikan dengan kompetensi dasarnya. Karena ketika kita memiliki inovasi digital tapi kita lupa dasarnya, maka hal itu tidak akan bisa berjalan. Sekali lagi, kami bangga dan akan terus mengawal Kota Malang dalam penerapan SPBE-nya," pungkasnya.


End of content

No more pages to load