Nur Munawaroh, Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Kediri. (eko Arif s /JatimTimes)

Nur Munawaroh, Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Kediri. (eko Arif s /JatimTimes)



Jelang Pergantian musim kemarau ke musim penghujan, Pemkab Kediri melalui Dinas Kesehatan menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada. Sebab, jika memasuki pergantian musim ini tingkat kasus demam berdarah dengue (DBD) mulai menunjukkan grafik peningkatan.

"Kita juga harus antisipasi nanti musim awal penghujan bulan Oktober. Karena pada bulan ini, DBD mulai mewabah hingga Januari sebagai puncaknya, itu kita harus mengantisipasi dan lebih tanggap," kata Nur Munawaroh, Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Kediri, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/10/19).

Nur mengatakan , ketika musim hujan, tempat yang bisa menampung air seperti kaleng dan botol bekas dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor atau serangga penular penyakit DBD.Apabila populasi nyamuknya meningkat, kasus DBD bisa meningkat.

"Populasi nyamuk vektornya meningkat apabila ada tempat-tempat pengembangbiakan. Pada musim hujan yang tadinya tidak ada air, yang tadinya tempat botol kaleng kosong dan tidak air, kemudian ada air, itu akan memungkinkan untuk nyamuk tumbuh cepat menjadi banyak, dan akan diiringi dengan peningkatan kasus DBD," kata dia.

Oleh karena itu, Nur Munawaroh,  mengingatkan pentingnya perubahan perilaku masyarakat untuk ikut memberantas sarang nyamuk. "Jadi, musim berkaitan dengan populasi nyamuk, populasi nyamuk terkait dengan peningkatan kasus," kata dia.

Nur menambahkan, strategi pencegahan dan pengendalian penyakit DBD antara lain dengan Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Menguras, Menutup, Memantau dan Menimbun (3M Plus) menjadi upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Kalau bisa 3M-nya harus berkualitas, yakni dilakukan serentak dan rutin. Itu lebih jauh efisien dan dapat menekan angka korban terjangkit dengan kasus DBD, karena masyarakatnya sadar dan tanggap,"imbuhnya.

Untuk diketahui kasus terbanyak ada di bulan Januari 2019 dengan 615 orang terjangkit DBD. Selanjutnya bulan Februari terdapat 398 orang dan Maret 208 orang. Sedangkan, di bulan April menunjukkan penurunan dengan hanya 67 kasus DBD, Mei 35 kasus, Juni 18 kasus, Juli 10 kasus, Agustus 1 kasus dan September 1 kasus.

 


End of content

No more pages to load