Dua botoh judi diamankan Polres Blitar Kota

Dua botoh judi diamankan Polres Blitar Kota


Editor

Heryanto


Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) selalu menarik perhatian para penjudi atau botoh untuk melakukan aksinya, termasuk dalam Pilkades Serentak Kabupaten Blitar yang diikuti 518 calon kepala desa (cakades) di 167 desa se Kabupaten Blitar, Selasa (15/10/2019). Buktinya, Team Unit Satgas Berantas Judi Polres Blitar Kota berhasil menangkap 2 penjudi.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, penangkapan dua bandar judi itu setelah polisi menerima informasi adanya judi yang memfaatkan Jagonya ikut maju sebagai Cakades di Desa Sumberingin, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

“Setelah anggota lakukan pendalam penyelidikan atas laporan warga, ternyata benar, terdapat dua botoh (bandar) judi, akhirnya kita tangkap kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Penangkapan disertai barang bukti uang tunai puluhan juta rupiah,” terang Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar, Rabu (16/10/2019).

Diketahui kedua tersangka bandar judi itu masing-masing Sugianto (59) warga Desa Panjerejo RT 02 RW 02 Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung dan Ahsakul kholiqin (42), warga Sumberejo RT 2 RW 3, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Dalam kasus ini polisi memeriksa satu orang sopir sebagai saksi.

“Dari ungkap kasus ini Tim Satgas menyita uang tunai Rp 27.750.000, selembar bukti perjanjian serta satu telepon seluler merek Nokia,” paparnya.

Sebelumnya berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 15.00 WIB, dua orang pelaku berada di sebuah warung, utara TPS Desa Sumberingin.  Petugas satgas melihat keduanya melakukan perbincangan dengan warga, terkait perjudian pemilihan kepala desa.

Sesaat kemudian kedua pelaku pergi meninggalkan warung. Tiga puluh menit berselang keduanya kembali lagi ke warung tersebut. Petugas yang membuntuti dari belakang kemudian mendatangi pelaku dan menunjukan surat perintah penangkapan.

“Kepada pelaku dilakukan penggeledahan dan petugas menemukan barang bukti berupa bukti kertas perjanjian perjudian dan sejumlah uang, kemudian dibawa ke kantor Polres Blitar Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” papar kapolres.

Penggerebekan setelah dilakukan pemeriksaan, polisi mendapati pelaku merupakan penjudi dadu di wilayah Tulungagung. Pelaku sengaja datang ke Blitar untuk menggelar perjudian dalam hajatan pilkades serentak, yang melibatkan 167 desa di 22 kecamatan.

“Seorang pelaku merupakan warga luar kota, dan merupakan penjudi dadu,” imbuh Adewira.

Akibat perbuatannya kedua bandar judi ini dijerat dengan pasal 303 tentang perjudian dengan hukuman 10 tahun penjara. Kasus ini merupakan yang pertama terungkap dalam perhelatan pilkades serentak 167 desa di Kabupaten Blitar.(*)


End of content

No more pages to load