Ketua LBH Ansor, M. Ikhsan Mukhlason (Foto : Anang Basso / TulungagungTIMES)
Ketua LBH Ansor, M. Ikhsan Mukhlason (Foto : Anang Basso / TulungagungTIMES)

Gerak cepat tim Macan Agung Satreskrim Tulungagung dalam mengamankan dua orang yang diduga terkait penyerangan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) di Desa Talun Kulon Kecamatan Bandung, langsung diapresiasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor PC Tulungagung. 

Hal itu disampaikan oleh Muhammad Ikhsan Mukhlason, ketua LBH Ansor yang sejak awal turut melakukan investigasi dan pendampingan terhadap masalah tersebut.

"Kami mengapresiasi kinerja kepolisian yang telah menetapkan 2 tersangka dalam kasus penyerangan terhadap Banser. Peran hukum sebagai social control dan social enginering sudah pada porsinya dalam hal ini," ujar Mukhlas, Rabu (17/10) siang. 

LBH Ansor menegaskan kejadian penyerangan terhadap Banser merupakan spontanitas gesekan yang terjadi karena salah paham.

"Di dalam tubuh Banser semua perguruan pencak silat ada di dalamnya, dan berkumpul dengan harmonis," ungkapnya.

Dirinya berharap, kasus itu tidak terhenti pada dua orang yang diamankan, karena kejadian itu merupakan penyerangan dengan jumlah kelompok massa yang cukup banyak.

"Tetap harus dikembangkan supaya pelaku lain terungkap, sehingga menimbulkan efek jera. (Saat kejadian) sedangkan kader-kader banser yang dari perguruan pun tak luput dari lemparan dan pukulan para pemuda," terangnya.

Sebelumnya, polisi telah mengamankan dua orang yang diduga terkait dengan penyerangan tersebut. Dua orang yang dimaksud diidentifikasi pria berinitial D (28) warga Dusun Sumber Desa Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek dan S (34) warga Dusun Krajan Desa Talun Kulon Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung.

"Sudah dibawa pihak kepolisian, salah satunya warga kami yang katanya ikut melempar sebanyak dua kali," kata tokoh Desa Talun Kulon TN (initial) memberikan keterangan.

Menurut TN, warganya yang bernama S diamankan hampir bersamaan dengan D yang  diduga pelaku penyerangan.

"Keluarganya sempat tanya ke petugas, katanya ada satu lagi yang dibawa. Dia juga temannya tapi alamatnya di Prigi," jelasnya.

Terkait hal tersebut, Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia saat dikonfirmasi meminta untuk menunggu proses penyidikan yang dilakukan. Pandia meminta awak media bersabar dan menunggu rilis yang akan dilakukan pihaknya pada Kamis (17/10) besuk.

"Besuk kita rilis pagi ya," kata Pandia saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Namun saat awak media menunjukkan foto yang diduga sebagai pelaku, Pandia tetap meminta agar menunggu rilis yang rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (17/10) besok.

"Besuk saja ya," ujarnya.

Senada dengan Kapolres, Kasat Reskrim AKP Hendi Septiadi saat dikonfirmasi juga meminta agar kepastian kabar penangkapan yang dilakukan pihaknya menunggu rilis yang akan disampaikan dalam rilis resmi.

"Besuk, Insya Allah," jawab Hendi saat dikonfirmasi untuk memastikan penangkapan yang dimaksud.

Hingga saat ini, dari dua orang yang diamankan baik D atau S masih dalam pemeriksaan pihak penyidik. Belum ada pengumuman resmi apakah keduanya merupakan terduga pelaku atau hanya dibutuhkan keterangannya sebagai saksi seperti empat orang yang sebelumnya juga dimintai keterangan.