Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat bertanya kepada lansia di di pendopo rumah dinas wali kota Batu, Selasa (15/10/2019).

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat bertanya kepada lansia di di pendopo rumah dinas wali kota Batu, Selasa (15/10/2019).



Setiap ada pertemuan bersama para lansia, ada satu kalimat yang tidak pernah lepas dari Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Apa itu? "Bapak Ibu sudah punya kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan," itulah kalimat yang dilontarkan Dewanti.

Pertanyaan itu  kerap disampaikan  Dewanti sebagai wujud ingim masyarakatnya yang belum ter-cover BPJS agar mrnjadi anggota asuransi itu. Apalagi Pemkot Batu mendapatkan tambahan dana cukai untuk BPJS Kesehatan.

“Kami dapat tambahan anggaran dari dana cukai untuk BPJS Kesehatan. Karena itu, kami berupaya supaya yang belum ter-cover ini bisa terjaring,” kata Dewanti, Selasa (15/10/2019).

Karena itu Pemkot Batu meminta masyarakat yang mengetahui tetangganya belum memiliki asuransi BPJS Kesehatan dan tidak mampu bisa menginformasikan kepada Pemkot Batu maupun desa/kelurahan.

 Hanya, kinerja respons lambat masih didapati Dewanti di desa/kelurahan. “Pemkot Batu juga sudah turun ke kelurahan, desa, ke semua kader. Tapi responsnya kok slow sekali. Karena itu, kami juga meminta kepada wartawan kalau ada tolong diinformasikan,” imbuhnya saat di pendopo rumah dinas wali kota Batu.

Respons yang slow atau lambat itu, lanjut Dewanti, didapatkan saat Pemkot Batu sudah menyurati desa/kelurahan. Namun tidak ada respons cepat. Ladahal masih ada warga Kota Batu yang belum memiliki.

“Karena saya ingin semuanya yany belum ter-cover itu bisa menerima. Terutama para lansia. Ini juga masyarakat secara menyeluruh bisa dilaporkan ke Pemkot Batu langsung,” jelas istri Eddy Rumpoko ini.

Hingga saat ini, ada 73 persen warga Kota Batu yang telah memiliki BPJS Kesehatan. Pemkot Batu mengeluarkan dana bagi hasil cukai dan tembakau (DBHCT) sejumlah Rp 9 miliar.

 


End of content

No more pages to load