Wabup Marhaeinis UW dan keluarga nyobolos Pilkades di TPS Desa Bendosewu.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Wabup Marhaeinis UW dan keluarga nyobolos Pilkades di TPS Desa Bendosewu.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)


Editor

Heryanto


Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Blitar berlangsung hari ini di 167 desa dan diikuti sebanyak 312 calon kepala desa (cakades). 

Uniknya, dua calon diantaranya adalah istri Wakil Bupati Blitar Marhaeinis Urip Widodo.

Kedua istri wabup itu masing-masing Halla Unaryanti maju sebagai Kades Bendosewu Kecamatan Talun dan Fandriana Anitasari maju sebagai calon kades di Pilkades Desa Wonorejo Kecamatan Talun. 

Diunggulkan menang, Kedua istri wabup maju sebagai petahana setelah terpilih di periode pertama jabatan.

Menanggapi dua istrinya yang maju cakades, Wabup Marhaeinis menegaskan kedua istrinya kembali maju sebagai kades atas dorongan masyarakat. 

Sukses dengan program-program kerakyatan, kedua Srikandi dari Talun itu ingin menuntaskan pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai.

“Program-program keduanya bagus tapi belum maksimal. Oleh sebab itu masyarakat mendorong keduanya untuk maju kembali di Pilkades Serentak kali ini karena pembangunan di kedua desa yakni Bendosewu dan Wonorejo dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Marhaeinis kepada awak media usai mencoblos pilkades di TPS Desa Bendosewu, Selasa (15/10/2019).

Marhaeinis mengaku, keputusan kedua istrinya mencalonkan diri sebagai Kades merupakan keputusan tanpa paksaan darinya. 

Namun demikian Marhaeinis yang merupakan Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar menegaskan seluruh kader moncong putih harus siap apabila dibutuhkan di dalam sistem pemerintahan, baik kepala desa maupun anggota legislative.

Sebagaimana diketahui, selain dua istrinya mencalonkan kades, putri Marhaeinis yakni Nasa Barcelona saat ini menjabat anggota DPRD Kabupaten Blitar. 

Nasa yang baru pertama kali nyaleg mendapat suara tertinggi di Jawa Timur dalam Pileg 2019.

“Partai mengharapkan kader-kader kita (PDIP) bisa menjadi kepala desa dan bisa membangun bersama-sama masyarakat. Karena partai ini tujuanya adalah untuk masyarakat . sehingga kita siapkan kader-kader kita yang potensial menjadi kepala desa dan anggota legislative baik kab/kota, provinsi maupun pusat, termasuk bupati dan wakil bupati entah siapa nanti yang disiapkan,” ungkap Maehaeinis.

Sementara itu Fandriana Anitasari, istri kedua Wabup Marhaeinis yang maju sebagai calon kades Wonorejo, mengaku masyarakat masih menginginkannya menjadi kepala desa Wonorejo.

Hal inilah yang mendorongnya untuk kembali maju dalam pencalonan pilkades kali ini.

Terkait program kerja, Fandriana mengaku akan terus membawa program-program ekonomi kerakyatan, mengembangkan BuMdes, dan pengembangan sektor pertanian.

”Visi dan misi saya adalah menjadikan Desa Wonorejo sebagai desa yang mandiri, maju dan berdaya saing,” pungkas nya.(*)


End of content

No more pages to load