Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



Hingga akhir 2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang dorong kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tumbuh hingga 10 persen. 

Karena BPR menjadi salah satu lembaga keuangan yang mampu menjangkau lebih banyak usaha mikro dan kecil menengah.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri menyebut BPR menjadi salah satu lembaga keuangan yang harus dipertahankan agar tak tergerus financial technology (fintech). 

Karena proses pendanaan bisa sangat besar dan dapat eksekuting kepada bank umum dengan bunga yang lebih rendah.

"Jadi BPR bisa pinjam kepada bank umum dengan bunga tertentu untuk kemudian uang tersebut disalurkan dalam bentuk kredit," katanya pada wartawan, Senin (14/10/2019).

Dia pun menyontohkan dana pihak ke tiga untuk BPR di wilayah kerja OJK Malang. 

Di mana dana yang diperoleh dari pihak ke tiga dari seluruh BPR yang ada mencapai Rp 1,4 Triliun. 

Sementara dana yang berhasil disalurkan dalam bentuk kredit Rp 1,6 triliun hingga Agustus 2019.

"Ya itu tadi, karena bisa eksekuting ke bank umum untuk bisa disalurkan lagi dalam bentuk kredit," jelasnya.

Tak hanya itu, pria berkacamata itu juga menyampaikan jika sampai akhir 2019 OJK juga mendorong seluruh BPR untuk memenuhi kewajiban modal inti minimum Rp 6 miliar sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 5/POJK.03/2015.

"Salah satunya juga untuk menyesuaikan kebutuhan permodalan masyarakat yang terus mengalami peningkatan," imbuhnya.

Dari total 75 BPR yang diawasi OJK wilayah Malang, menurutnya ada 24 BPR yang memenuhi persyaratan. 

20 di antaranya dipastikan sudah memenuhi kewajiban modal inti. 

Sementara empat sisanya masih dalam proses untuk dimerger.

"Sekarang yang proses merger ada dua dari total lima BPR," jelasnya.


End of content

No more pages to load