Bupati Malang Sanusi (kiri) bersama William Parente, chief of Party USAID IUWASH PLUS, setelah penandatangan kerja sama dalam air bersih dan sanitasi. (Humas Pemkab Malang)
Bupati Malang Sanusi (kiri) bersama William Parente, chief of Party USAID IUWASH PLUS, setelah penandatangan kerja sama dalam air bersih dan sanitasi. (Humas Pemkab Malang)

Persoalan stunting di Kabupaten Malang telah menjadi perhatian khusus berbagai kalangan. Apalagi, angka penderita  terlontar dari Bupati Malang Sanusi (saat itu masih menjabat Plt bupati) akhir tahun 2018 lalu dalam rapat paripurna bersama DPRD. 

 Angka itu membuat seluruh pihak tercengang.  Pasalnya, angka stunting mencapai 28 persen dari jumlah balita saat itu, yaitu 154.188 orang.

Berbagai kegiatan mencegah dan menurunkan stunting pun menjadi ramai dan tertampakkan di permukaan. Berbagai tindak lanjutnya di seluruh wilayah perdesaan di Kabupaten Malang dilakukan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang pun dengan cepat juga menggandeng kembali USAID (United States Agency for International Development/Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika). USAID memiliki program terkait IUWASH PLUS (Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene- Penyehatan Lingkungan untuk Semua).

Program inilah yang kembali digandeng oleh Pemkab Malang untuk kali ketiga melalui Bupati Malang Sanusi yang menandatangani kerja sama dengan USAID IUWASH PLUS. Hal ini dikarenakan salah satu penyebab stunting tak hanya gizi buruk kronis. Tapi juga disebabkan fakto akses air minum bersih dan sanitasi serta perilaku budaya sehat.

Sanusi pun menyampaikan bahwa kerja sama Pemkab Malang dengan USAID salah satunya memang untuk mempercepat adanya penurunan angka sunting di wilayahnya. "Kami kembali gandeng USAID untuk itu. Dengan harapan seluruh program bisa saling mendukung dalam menurunkan angka stunting. Semoga dengan kerja sama ini, stunting bisa hilang atau zero di Kabupaten Malang," ucap Sanusi, Senin (14/10/2019).

Sanusi juga memperlihatkan hasil dari berbagai kegiatan dalam mencegah dan menurunkan angka stunting sejak 2018 lalu. Dirinya mengklaim, telah terjadi penurunan cukup menggembirakan sampai saat ini.

"Dari awalnya sekitar 28 persen, kini telah turun sampai 12 persen. Ini capaian luar biasa. Diharapkan keterlibatan USAID ini juga akan semakin mempercepat penurunan stunting sekaligus memberikan penguatan dalam perilaku hidup sehat," ujarnya.

Tidak hanya terkait stunting. Kerja sama yang langsung ditandatangani oleh Chief of Party USAID IUWASH PLUS William Parente ini juga diharapkan bisa juga memberikan manfaat dalam hal keberadaan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Malang.

Nantinya selain melalui berbagai program dari Perumda Tirta Kanjuruhan, USAID juga mampu saling beriringan dalam memberikan akses air bersih yang belum termaksimalkan di beberapa wilayah Kabupaten Malang. "Harapan besar inilah yang kami sampirkan dalam kerja sama ini. Baik akses air bersih, sanitasi dan pola hidup sehat masyarakat. Sehingga masyarakat yang rentan atas hal itu bisa terhindar dari berbagai penyakit. Salah satunya stunting," tandas Sanusi.

Kerja sama Pemkab Malang dan USAID IUWASH PLUS juga mendapat respons positif dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono. Dia menyampaikan, Pemkab Malang dengan segala upayanya akan terus berupaya untuk mewujudkan kebaikan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kami apresiasi baik kerja sama ini. Harapan besarnya adalah stunting turun cepat dan masyarakat juga bisa menikmati pelayanan dasarnya secara mudah. Semoga kerja sama itu juga mampu membuat kehidupan masyarakat semakin sehat dan produktif tentunya," ujar Didik Budi.

Didik Budi juga menyatakan bahwa seluruh harapan besar itu bisa diwujudkan bila seluruhnya bekerja sama dalam derap pembangunan yang terkonsep dan sistematis.
"Kuncinya adalah kerja sama seluruh elemen. Setiap program kerja memang wajib terencana, fokus, dan tepat guna dan sasaran. Karena, persoalan stunting, kemiskinan dan lainnya tak bisa hanya diselesaikan dalam satu tahun saja, tapi berkesinambungan setiap tahun," pungkas Didik Budi.