Bupati Malang Sanusi mengajak seluruh elemen mewujudkan Nawa Bhakti Satya Jatim untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat. (Humas Pemkab Malang)

Bupati Malang Sanusi mengajak seluruh elemen mewujudkan Nawa Bhakti Satya Jatim untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat. (Humas Pemkab Malang)



Memperingati Hari Jadi Ke-74 Provinsi Jawa Timur (Jatim), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelar upacara peringatan di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Senin (14/10/2019).

Bupati Malang Sanusi pun didapuk sebagai inspektur upacara yang memimpin peringatan hari jadi Provinsi Jatim. Sanusi sekaligus membacakan berbagai hal terkait mewujudkan Nawa Bhakti Satya dari sambutan tertulis Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa.

Menurut Sanusi, Nawa Bhakti Satya sebagai napas pengabdian seluruh aparat pemerintahan di Jatim harus terus dikuatkan, disebarluaskan, dan jadi cermin dalam melayani seluruh masyarakat. Pasalnya, kesembilan bakti ini masih berada di tahap awal pelaksanaan.

"Jadi, Nawa Bhakti Satya ini baru di tahap awal di Jatim. Karena itulah, dalam peringatan hari jadi ini, sembilan prinsip untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jatim patut digelorakan," kata Sanusi, Senin (14/10/2019).

Walau terbilang baru dikarenakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim di tangan kepemimpinan Khofifah-Emil juga masih terbilang baru, tak berarti sembilan prinsip itu belum menghasilkan dampak terhadap tujuan meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Sanusi menyampaikan, dari sambutan tertulis gubernur Jatim, cukup banyak yang telah dilakukan pemerintahan sampai saat ini. "Banyak capaian konkret untuk mewujudkan Nawa Bhakti Satya di Jatim sampai saat ini. Baik di sektor kemiskinan, pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, pembangunan karakter sampai pada menjaga harmoni sosial, telah berjalan," ujarnya.

Contoh prinsip Nawa Bhakti Satya yang juga dijadikan tema peringatan hari jadi Jatim adalah realisasi program keluarga harapan (PKH) plus untuk 50 ribu lansia. Selain itu, program sekolah gratis seluruh SMA/SMK negeri yang juga telah berjalan  tahun 2019 ini.

"Data ekonomi makro juga menunjukkan capaian yang menggembirakan dalam pertumbuhan sektor perdagangan dan perindustrian. Di sektor ini telah  melebihi pertumbuhan nasional," ujar Sanusi.

Di sektor pertanian dan peternakan, lanjutnya, sembilan prinsip pengabdian kepada masyarakat Jatim juga berjalan dan mencapai progres menggembirakan. "Yakni adanya peningkatan produksi di triwulan ketiga ini. Misalnya peternakan telah melebihi 75 persen dari target," ungkap Sanusi.

Berbagai capaian konkret inilah yang untuk tahun depannya wajib  terus ditingkatkan. Tentunya dengan sembilan prinsip yang tujuannya adalah menyejahterakan masyarakat Jatim.

Sanusi juga menukilkan sambutan gubenur Jatim bahwa untuk mewujudkan Nawa Bhakti Satya itu, tentunya akan berhadapan dengan berbagai tantangan berat dan kompleks. Sebab, masih banyak hal yang perlu untuk terus dikawal melalui kebijakan-kebijakan prorakyat sekaligus komitmen untuk merealisasikan sembilan prinsip untuk memajukan masyarakat Jatim.

"Banyak tantangan di berbagai sektor yang masih perlu ditingkatkan terus. Memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik bisa jadi acuan dalam melaksanakan Nawa Bhakti Satya Jatim," ucapnya.

Seperti diketahui, Nawa Bhakti Satya merupakan sembilan program unggulan Khofifah-Emil. Terdiri dari Jatim sejahtera terkait pengentasan kemiskinan, Jatim kerja yang fokus pada penyediaan pelatihan kerja serta pengembangan pendidikan vokasi  yang akan menarik minat banyak anak muda. Di Jatim kerja, terdapat program  Dream Team Science Techno Park (STP) dan Belanja Inovasi Daerah (Belanova) yang memberikan jaminan bagi produksi dan distribusi produk-produk inovasi anak muda.

Berikutnya adalah Jatim cerdas sehat dengan program unggulan tis-tas (gratis dan berkualitas) dengan sasaran bantuan siswa miskin, bantuan biaya sekolah, dana insentif operasional akreditasi, tunjangan kinerja bagi guru tidak tetap serta tunjangan PKL, SMK jurusan prioritas (kelautan, teknologi pertanian, pariwisata). Selain itu, ada  program desa sehat.

Nawa Bhakti Satya keempat adalah Jatim akses. Lalu Jatim diniyah, Jatim agro, Jatim amanah, Jatim berdaya, dan Jatim harmoni.

Kesembilan program inilah yang akan terus dikuatkan di berbagai kabupaten/kota di Jatim dalan upaya memajukan dan menyejahterakan masyarakat.

Sanusi juga mengatakan, untuk menjadikan Nawa Bhakti Satya menjadi napas pengabdian pemerintahan. Modal besarnya telah ada sejak lama di Jatim. Yakni, semangat gotong royong, kepeloporan dan kejuangan, toleran, santun, dan agamis. "Lewat modal besar ini pula, Kabupaten Malang optimistis mewujudkan Nawa Bhakti Satya itu," pungkasnya.
 

 


End of content

No more pages to load