Lahan dan pemukiman yang minta dikosongkan oleh Sony Sandra di Sine (ist)

Lahan dan pemukiman yang minta dikosongkan oleh Sony Sandra di Sine (ist)


Editor

A Yahya


TULUNGAGUNGTIMES - Pengusaha Sony Sandra yang mengklaim memiliki lahan angkat bicara soal pengosongan lahan di Pantai Sine. Dia membeber alasan meminta  28 warga di Dusun Kampungbaru Sine, Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir untuk mengosongkan rumah dan lahanya.

Permintaan itu disampaikan melalui surat peringatan ke 2 pengosongan lahan kepada warga Kampungbaru. Surat peringatan pengosongan ini ditandatangani oleh pengacara Sony Sandra, Khoirul Rojikin SH. Sony mengklaim tanah yang ditempati warga adalah miliknya. 

Menurut Khoirul, Sony Sandra sudah mengantongi sertifikat hak milik tanah warga yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun Khoirul mengaku lupa, tahun berapa sertifikat itu diterbitkan. “Saya berani melangkah karena memang sudah menjadi hak milik,” ujarnya, saat dihubungi lewat telepon.

Disinggung lokasi tanah yang masuk sepadan pantai, Khoirul mengaku kurang paham. Menurutnya, aturan soal sepadan pantai itu adalah aturan baru. Namun lepas dari status tanah itu, lanjut Khoirul, prosesnya menjadi urusan negara.

Tanah sepadan yang ditempati warga itu  sudah terbit sertifikat hak guna bangunan (HGB) atas nama warga.

Sony kemudian membeli tanah-tanah tersebut dari warga yang memegang HGB. “Akhir-akhir ini HGB  sudah mulai bisa menjadi hak milik. Ada beberapa warga yang semula HGB, sekarang sudah terbit (sertifikat) hak milik,” sambung Khoirul.

Sementara perubahan HGB menjadi sertifikat hak milik mengacu para aturan lama. “Dulu membeli dari warga, diajukan ke BPN dan terbit sertifikat. Yang salah bukan yang mengajukan,” tegasnya.

Terkait klaim dari Mukilan yang tidak pernah menjual tanahnya, Khoirul mengaku sudah minta tolong ke desa untuk mendata.

Selain itu juga ada tim dari Sony yang selama ini menjaga tanah miliknya di Sine. Khoirul mempersilakan untuk membuktikan, jika ada warga punya klaim atas tanah itu. “Masyarakat juga mengakui itu tanah pak sony. Tapi ada yang mempermasalahkan kok bisa menjadi sertifikat hak milik,” katanya.

Lebih jauh Khoirul mengungkapkan, warga yang menempati lahan Sony Sandra mayoritas adalah pendatang. Tanah ini sebelumnya juga sudah diperjualbelikan. Di antaranya dibangun rumah permanen. Lahan yang ditempati warga rencananya akan dipakai Sony untuk pengembangan wisata. Pantai Sine merupakan obyek wisata yang diakui keindahannya.

Namun namanya kurang populer, karena aksesnya yang jauh dengan medan menanjak berkelok-kelok. Pantai ini dikenal karena menghadap ke timur, dan menyajikan keindahan saat matahari terbit. Pantai ini juga dimanfaatkan para nelayan untuk mendaratkan hasil tangkapan mereka.


End of content

No more pages to load