Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Belum lama ini Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63/2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Perpres tersebut mengatur soal pidato resmi yang mewajibkan presiden, wakil presiden, kepala daerah, dan pejabat negara lainnya untuk menggunakan bahasa Indonesia meski itu dalam forum internasional.

Sedangkan penggunaan bahasa asing masih bisa dilakukan di ajang internasional hanya dalam rangka mempertegas maksud.

Selain mengatur soal pidato, perpres itu juga mengatur penggunaan bahasa Indonesia pada hal lainnya. Yakni dalam peraturan dokumen resmi negara, bahasa pengantar pendidikan, hingga pemberian nama sejumlah hal seperti bangunan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji pada dasarnya mendukung terbitnya Perpres 63/2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia tersebut. Terkait regulasinya, Sutiaji akan mengkuti sesuai dengan ketentuan. "Terkait itu ya kami mendukung. Akan kamj ikutilah," ujar dia.

Namun, Sutiaji tidak mau latah dengan serta merta begitu saja. Mengingat beberapa program besar yang tengah dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ada yang penamaan menggunakan Bahasa Inggris. Misalnya rencana pembangunan Malang Creative Center (MCC) sebagai bentuk mewadahi bidang industri kreatif anak muda di Kota Malang itu. Kemudian salah satu dari proyek besar yang digadang-gadang akan mulai direalisasikan pada 2020 mendatang adalah Islamic Center (IC).

"Ya kami tidak latah lah. Kami lihat dulu seperti apa. Karena dulu di zaman Presiden Soeharto juga pernah ada, tapi semua kembali. Tentunya akan kami ikuti karena itu perintah," pungkasnya.


End of content

No more pages to load