Tersangka Choirul Anam alias Kuncung beserta barang bukti narkotika saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Tersangka Choirul Anam alias Kuncung beserta barang bukti narkotika saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Seorang bandar narkotika asal Kabupaten Malang berhasil diringkus jajaran kepolisian Polres Malang. Tersangkanya bernama Choirul Anam alias Kuncung warga Dusun Talun, Desa Kesamben, Kecamatan Ngajum.

Remaja 19 tahun itu, diringkus polisi lantaran terbukti terlibat jaringan peredaran narkoba jenis pil double L. ”Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka Kuncung ini berperan sebagai bandar. Dia memasok pil double L kepada para pengedar, yang kemudian dijual ke beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Malang,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Sabtu (12/10/2019) malam.

Saat diamankan polisi, lanjut Ainun, petugas mendapati berbagai barang bukti yang disimpan di rumah tersangka. Di antaranya empat kantong plastik dengan total 600 butir pil koplo (sebutan lain pil doubl L), dan satu plastik sisa penjualan yang berisi 10 butir. Selain itu, satu unit handphone yang digunakan sebagai sarana memasarkan narkoba juga turut disita petugas.

”Kasusnya masih dalam tahap penyidikan, petugas masih melakukan pengembangan di lapangan guna memburu pelaku lain yang diduga terlibat jaringan peredaran narkoba yang dipasok dari tangan tersangka Kuncung,” tegas Ainun yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Malang tersebut.

Terungkapnya kasus bandar narkotika ini, bermula dari laporan masyarakat jika di wilayah hukum Polsek Wonosari terdapat seorang pelaku yang memiliki narkoba. Berawal dari laporan tersebut, jajaran kepolisian Unit Reskrim Polsek Wonosari seketika dikerahkan ke lapangan guna melakukan penyelidikan.

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan pelaku AS (inisial). Salah seorang warga Kecamatan Wonosari ini, diamankan polisi karena memiliki beberapa poket narkotika.

Ketika dimintai keterangan oleh penyidik, AS “bernyanyi” jika mendapatkan barang laknat tersebut dari salah seorang bandar yang bernama Choirul Anam alias Kuncung. Tanpa menunggu lama, anggota korps berseragam coklat ini akhirnya dikerahkan untuk menggerebek rumah kontrakan Kuncung yang beralamat di Jalan Kauman, Desa/Kecamatan Pakisaji.

”Terhadap tersangka kami jerat dengan pasal 196 subsider pasal 197 Undang-undang nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan,” tutup perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini, saat dikonfirmasi MalangTIMES.com.


End of content

No more pages to load