Safi, salah satu peserta lomba mewarnai di Ajang Kreativitas Anak Indonesia Bersama Terminal Kopi Malang se-Malang Raya. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Safi, salah satu peserta lomba mewarnai di Ajang Kreativitas Anak Indonesia Bersama Terminal Kopi Malang se-Malang Raya. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



Suasana berbeda amat terasa di Terminal Kopi Malang hari ini (Sabtu, 12/10/2019). Apabila tempat ini biasanya dipenuhi dengan mahasiswa atau para pekerja dan orang-orang dewasa pada umumnya, kini pusat ngopi yang terletak di Pasar Terpadu Dinoyo tersebut diramaikan oleh anak-anak.

Puluhan anak tampak melakukan beberapa kegiatan di sana. Mulai dari mewarnai, hafalan doa dan surat pendek, fashion show, mengurutkan dan menulis angka dan huruf, hingga olimpiade mata pelajaran. 

Suasana ceria punmemenuhi wilayah Terminal Kopi Malang pada hari itu. Ternyata, anak-anak ini sedang mengikuti Ajang Kreativitas Anak Indonesia Bersama Terminal Kopi Malang se-Malang Raya.

Mereka mengikuti berbagai lomba menarik pada ajang yang digelar oleh Terminal Kopi Malang dan EO Star Gemilang tersebut. Untuk diketahui, event menggembirakan ini adalah event perdana di Terminal Kopi Malang (TKM). TKM melibatkan beberapa unsur, mulai dari media berjejaring terbesar di Indonesia MalangTIMES.com (JatimTIMES.com), Coffee Times, Kadin UMKM Kota Malang, Koperasi Citra Polinema, Komunitas Aku Kuliner Indonesia, Komunitas dan Penggiat Kopi (Kopiko), dan Servis HP dan Laptop.

Ada berbagai macam lomba dalam event tersebut. Mulai dari lomba mengurutkan angka, mengurutkan huruf, menulis angka, menulis huruf. Ada pula lomba fashion show. Selain itu, ada lomba hafalan doa sehari-hari, hafalan surat pendek. Lalu lomba mewarnai. Bahkan, ada pula lomba olimpiade matematika, sains, dan bahasa Inggris.

Ketua Panitia Ajang Kreativitas Anak Indonesia Bersama Terminal Kopi Malang se-Malang Raya, A. Yahya menyatakan, berbagai macam lomba ini digelar karena pihaknya sangat peduli terhadap pendidikan anak-anak Indonesia.

"Kalau sekarag anak-anak diarahkan ke hal-hal yang positif, harapannya ke depan akan menjadi generasi yang baik. Generasi penerus bangsa ini harus kita arahkan pada kegiatan-kegiatan positif. Seperti melatih dan mengasah kemampuan dengan mengikuti lomba untuk menjadi yang terbaik di segala bidang. Mulai dari mata pelajaran, seni, hingga bidang agama," beber Pengelola Coffee Times tersebut.

Untuk itulah Yayak, sapaan akrabnya, mencoba memberi ruang kepada anak-anak unuk beradu dengan mengikuti lomba di Terminal Kopi Malang ini.

Tak hanya sekadar lomba, dalam Ajang Kreativitas Anak Indonesia Bersama Terminal Kopi Malang se-Malang Raya ini ada pula  edukasinya. Contohnya pada lomba hafalan doa dan  Alquran surat pendek. Juri menunjukkan bacaan Alquran yang dilantunkan oleh anak-anak  sudah sesuai maupun kekurangannya. Para juri juga akan membenarkan apabila ada kesalahan pembacaan. Selain itu, ada juga yang masih malu-malu dan kurang berani sehingga juri pun memberi motivasi. "Jadi selain lomba juga ada edukasi. Mulai dari melatih keberanian maupun cara membacanya," imbuh Yayak.

Event tersebut diikuti oleh anak jenjang TK, SD, hingga SMP. Setiap anak bisa mengikuti lebih dari satu jenis lomba. Banyak peserta yang mengikuti lebih dari 2 jenis lomba sekaligus.

"Peserta paling banyak anak-anak di sekitar Dinoyo sini. Ada juga anak dari pengunjung pasar yang tahu dan langsung mendaftar," ucap Kabid Usaha Paguyuban Terminal Kopi Malang tersebut.

Dalam kesempatan itu, Yayak yang juga editor malangtimes.com ini menyampaikan, selain mengisi hari dengan kegiatan positif dan melatih jiwa kompetitif, anak-anak ini juga sejenak melupakan kegiatannya dengan gadget yang banyak memberi dampak negatif. "Jadi semacam untuk menghilangkan kecanduan terhadap gadget. Kami juga berharap kegiatan positif ini dapat ditularkan kepada teman-teman mereka," terang Yayak.

Selain itu, dengan adanya event tersebut diharapkan dapat menyemarakkan TKM serta berdampak positif pada kegiatan usaha di dalamnya. "Anak-anak kan didampingi orang tuanya. Mudah-mudahan dengan kehadiran para orang tua ini bisa berdampak bagi pelaku usaha di sini," ungkap Yayak.

Menariknya, setiap anak yang mengikuti Ajang Kreativitas Anak Indonesia Bersama Terminal Kopi Malang se-Malang Raya, baik yang menang maupun tidak akan membawa pulang sesuatu. Bagi yang juara mendapat piala dan hadiahnya. Sementara yang tidak juara tetap berhak membawa pulang trofi. "Meski tidak juara tetap bawa pulang trofi. Ini sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak supaya tidak tidak berkecil hati, meski tida juara. Anak-anak harus tetap diberi semangat, supaya terus berlatih mengasah kemampuannya," pungkasnya.

Salah satu peserta mengaku mengikuti lomba karena ingin mengisi akhir pekan dengan kegiatan yang menyenangkan sekaligus edukatif. "Saya suka mewarnai. Ikut lomba karena pengen memang," ujar Safi, siswi kelas 3 dari SD Alam Ar-Rohmah.

 


End of content

No more pages to load