Fendi Ardianto tersangka beserta sepeda motor yang dijadikan sarana pencurian saat diamankan pihak kepolisian (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Fendi Ardianto tersangka beserta sepeda motor yang dijadikan sarana pencurian saat diamankan pihak kepolisian (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)



Seorang remaja yang merupakan warga Dusun Semanding, Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen dibawa oleh keluarganya sendiri untuk dijebloskan polisi ke dalam bui. 

Dia adalah Fendi Ardianto. Remaja 19 tahun tersebut, saat ini harus meringkuk di balik jeruji tahanan Mapolsek Gedangan lantaran terlibat kasus kejahatan, Sabtu (12/10/2019).

”Tersangka Fendi ini merupakan seorang DPO (Daftar Pencarian Orang). Dari hasil ungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Fendi terbukti terlibat dalam komplotan pencurian yang beranggotakan dua orang. Sedangkan seorang pelaku lainnya, sudah kami amankan sesaat setelah melancarkan aksi pencurian,” terang Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Sabtu (12/10/2019).

Seperti sudah diberitakan, aksi pencurian komplotan yang beranggotakan dua orang pelaku ini terjadi pada hari Rabu (9/10/2019) malam.

Kendaraan yang digasak keduanya adalah sepeda motor Beat nopol F-2654-FDU, yang terparkir dihalaman salah seorang warga Dusun Sumberbanteng, Desa Segaran, Kecamatan Gedangan.

Sedangkan motor matic yang dicuri tersebut diketahui milik Riyadi warga Dusun Sumberperkul, Desa/Kecamatan Gedangan.

Ketika melancarkan aksinya, tersangka Fendi tidak sendirian melainkan dengan seorang temannya yang bernama Edi Lutfianto alias Bogel warga Dusun Sumbernanas, Desa/Kecamatan Gedangan.

”Ketika melancarkan aksinya, kedua tersangka ini saling berbagi tugas. Tersangka Edi berperan sebagai eksekutor, sedangkan tersangka Fendi bertugas mengamati situasi dan standby di atas sepeda motor yang dijadikan sarana pencurian,” jelas Ainun.

Modus yang digunakan komplotan pencurian ini, lanjut Ainun yakni merusak rumah kontak kendaraan dengan menggunakan kunci T yang sudah dimodifikasi. 

Setelah berhasil membawa kabur motor milik korban, pelaku Edi langsung membawa kabur barang hasil curian tersebut.

Namun, lantaran kunci T yang digunakan tersangkut di rumah kontak kendaraan hasil curian membuat sepeda motor yang baru saja dicuri keduanya tidak bisa dinyalakan.

Hingga, kedua pelaku akhirnya sepakat untuk mendorong kendaraan tersebut. 

Namun belum sempat jauh meninggalkan lokasi kejadian, petugas gabungan dari Polsek Gedangan dan unit Sabhara Polres Malang yang mendapat laporan, berhasil memergoki keberadaan pelaku yang berusaha kabur tersebut.

Dengan dibantu warga, polisi akhirnya meringkus tersangka Edi. Sedangkan seorang pelaku lainnya, yakni Fendi memilih kabur menggunakan sepeda motor yang dijadikan sarana mencuri guna menghindari kejaran polisi.

Lantaran tertangkap tangan, Edi hanya bisa pasrah saat diglandang petugas ke Mapolsek Gedangan. 

Di hadapan penyidik, pria 21 tahun itu mengaku jika melancarkan aksi pencurian bersama tersangka Fendi.

Namun saat hendak digerebek di rumahnya, remaja belasan tahun itu ternyata memilih kabur dari rumah usai kepergok melancarkan aksi pencurian. 

”Petugas sempat melakukan pendekatan dengan pihak keluarga. Hingga akhirnya saat tersangka Fendi pulang kerumah, pihak keluarga membawa yang bersangkutan untuk diserahkan ke pihak kepolisian,” ungkap Ainun.

Ketika menyerahkan pelaku ke pihak kepolisian, keluarga tersangka Fendi juga menyerahkan satu unit sepeda motor Vixion nopol N-6413-AAA yang dijadikan sarana pencurian kepada polisi. 

”Dari penuturannya, tersangka Fendi mengaku terpaksa mencuri karena diajak oleh tersangka Edi,” tutur Ainun yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Malang ini.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu itu mengaku, jika hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman. 

Sebab ada dugaan jika komplotan pencuri ini sudah marak melancarkan aksi pencurian di beberapa TKP (Tempat Kejadian Perkara).

”Kasusnya masih kami kembangkan. Sedangkan terhadap kedua tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP, tentang tindak pidana curanmor,” ujar Ainun kepada MalangTIMES.com.


End of content

No more pages to load