Suasana 9th Penalaran competition, para peserta yang lolos akan melakukn presentasi karya ilmiahnya (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Suasana 9th Penalaran competition, para peserta yang lolos akan melakukn presentasi karya ilmiahnya (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar lomba karya ilmiah nasional tingkat mahasiswa bertajuk 9th Penalaran Competition.

Kegiatan tersebut mendapat respons baik  dari para mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah.

Para mahasiswa berasal dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang, Universitas Mataram, UNJ, Universitas Jember, Unesa dan beberapa universitas lain.

Ketua Umum UKM Penalaran Unikama, Armando Gianfrancho Orlando Nguru, menjelaskan pada kegiatan tersebut telah masuk sebanyak 87 karya tulis ilmiah. 

Dari puluhan karya tersebut, kemudian diseleksi dan terpilih 10 finalis yang akan memaparkan karya ilmiahnya langsung dihadapan juri.

"Umunya 40 persen dari paper dan 60 persen dari presentasinya," ungkapnya saat ditemui MalangTIMES di sela acara, Sabtu (12/10/2019).

Lebih lanjut dijelaskan,  selain dari penilaian tersebut, juga dinilai mengenai tema atau judul dari karya ilmiah yang bisa sesuai dan menganggkat potensi dari desa binaan UKM Penalaran.

"Jadi kita mengadakan ini ya mungkin saja ada ide dari para peserta yang memang sesuai dan bisa digunakan untuk mengangkat potensi dari desa binaan yakni Desa Ngadirejo, Kabupaten Malang," paparnya.

Sementara itu, untuk tim Juri berasal dari Unikama yakni Kurniawan Budi Pranata S. Si, M. Si, Dekan Fakultas Peternakan, Dr. Ir. Enike Kusumawati., S.Pt., M.P, IMP dan dari Dosen Prodi Matematika, Riski Nur Istiqomah Dinulloh, M.Si.

Di sisi lain, Ketua Pelaksana kegiatan, Lilis Pujiati menambahkan digelarnya kegiatan ini juga merupakan bentuk aktualisasi kreativitas generasi muda  dalam membantu mendongkrak potensi desa.

"Banyak mahasiswa berprestasi namun kadang bingung menyalurkannya. Ini salah satu wadah sebagai penampung karya tulis mahasiswa. Sekarang banyak mahasiswa yang kritis namun  ya itu terkadang bingung mau dikemanakan, namun dengan ini, apa yang mereka tulis bisa tersalurkan," pungkasnya.


End of content

No more pages to load