Kabag Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Malang M Nur Fuad, memberikan pernyataannya atas viralnya video karaoke di ruang kerja Bupati Malang (for MalangTimes)

Kabag Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Malang M Nur Fuad, memberikan pernyataannya atas viralnya video karaoke di ruang kerja Bupati Malang (for MalangTimes)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


Viralnya postingan akun Laksamana Comrader Caping terkait video karaoke di ruang kerja Bupati Malang Sanusi, mendapat atensi khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Melalui Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Malang, M Nur Fuad Fauzi, persoalan hebohnya video tersebut, dibeberkan kronologisnya.

Menurut Fuad, ada beberapa hal yang perlu diluruskan dengan banyaknya komentar di media sosial (medsos) terkait hal itu. Sehingga nantinya akan ada alur peristiwa yang sesuai dengan kejadian karaoke di ruang kerja Bupati Malang Sanusi itu. "Tapi, sebelumnya bila memang ini membuat masyarakat tersinggung. Kami meminta maaf. Tentunya untuk itu kami juga perlu luruskan dulu duduk persoalannya. Sehingga tak terjadi persangkaan sepihak," ucap Fuad kepada MalangTimes, Jumat (11/10/2019).

Dari penuturannya, peristiwa itu telah terjadi cukup lama. Dimana, kejadian setelah beberapa hari Sanusi dilantik menjadi Bupati Malang. "Dan itu bukan acara pesta seperti banyak berkembang di medsos. Tapi acara kunjungan dari sebuah komunitas. Dimana, setelah acara selesai, ada dari komunitas itu setelah ramah tamah meminta untuk bernyanyi bersama. Di video itu juga sudah di luar jam kerja," tutur Fuad.

Kebetulan, sejak dulu, ruangan Bupati memang dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang bisa difungsikan untuk mengakrabkan suasana bagi para tamu yang datang. Itu pun, lanjut Fuad, setelah seluruh acara resmi selesai dan di luar jam kerja. "Adanya permintaan untuk bernyanyi itulah, akhirnya pak Bupati pun tak bisa menolaknya. Maka, seperti dalam video, permintaan nyanyi jadilah. Tujuannya untuk mengakrabkan dan membuat suasana fresh," lanjutnya.

Dalam video yang viral tersebut, memang terlihat bahwa Sanusi masih menggunakan baju kemeja batik dan bersongko. Begitu pula dengan beberapa kepala dinas yang terlihat di video. Goyang dangdut itu pun, Sanusi memang tak terlalu banyak berjoget seperti dua jajarannya. Dimana terlihat begitu canggungnya untuk berjoged, selain dari tamu yang terlihat bahagia dan atraktif.

Fuad juga menjelaskan, bahwa kegiatan bernyanyi bersama sudah sering dilakukan di pendapa agung Kabupaten Malang maupun di beberapa ruangan. Khususnya saat menjamu tamu setelah acara resmi selesai, maupun dalam berbagai kegiatan lainnya. "Jadi memang sudah biasa juga. Tentu, konteksnya bukan untuk hura-hura seperti dipikirkan di medsos. Tapi untuk relaksasi dan mengakrabkan suasana saja. Kalau kita cari karaoke di luar, malah ini yang tak baik," tegasnya.

Klarifikasi itu, lanjut Fuad, bukan untuk mencari sebuah pembenaran. "Tapi, kita ingin menyampaikan runutan peristiwanya. Kalau dipotong di tengah memang akhirnya bisa salah mengartikannya," imbuhnya lagi.

Lepas dari polemik di medsos saat ini, Fuad yang mewakili Pemkab Malang terkait hal itu, tetap menyampaikan permohonan maaf bila memang itu membuat masyarakat menjadi ramai. "Kita minta maaf bila karena itu jadi ramai. Tapi, intinya Pemkab Malang tetap akan bekerja maksimal sampai 2021 datang sesuai amanah rakyat. Peristiwa itu mohon untuk tak dipergunakan untuk kepentingan lainnya," pungkas Fuad.


End of content

No more pages to load